BREAKING NEWS

The Power Of Santri

Senin, 24 Juli 2023

Suwuk Doktor Dari Mesir

 



Tadi malam ada peringatan haul simbah Maimoen Zubair yang keempat di rumah gebyok H. Nusron Wahid Mejobo. Sebenarnya majlis ini adalah rutinan yang dilaksanakan selapan sekali, namun karena bertepatan dengan haul mbah Mun maka acara selapanan ini terasa spesial. Acara ini dihadiri beberapa habaib kudus dan putra mbah Maimoen yaitu Gus Ghofur dan Gus Taj Yasin. Majlis itu dimulai tepat ba'dal maghrib. Sebenarnya saya agak ragu, apa bisa acara itu dimulai tepat waktu sebagaimana jadwal dalam undangan. Ternyata setelah sampai lokasi memang acara sudah dimulai. Bahkan gus Ghofur sendiri juga tidak percaya kalau acara itu bisa tepat waktu karena tradisi NU memang tidak seperti itu. 😅
Sebelum ngaji kitab bersama gus Ghofur, acara didahului dengan pembacaan tahlil, yasin fadhilah, dan maulid simtut duror karya habib Ali Alhabsy. Setelah itu sambutan shohibul majlis, mas Nusron Wahid. Mas Nusron banyak menyampaikan tentang hubungan sanad antara habaib dan ulama'. Ini menunjukkan kalau mas Nusron memang seorang muhibbin.
Malam itu ada tiga mauidhoh yang disampaikan. Pertama oleh habib Ali Utsman Ba'agil, beliau banyak menyampaikan tentang pentingnya majlis ilmu. Yang kedua oleh Gus Taj Yasin Maimoen , beliau menyampaikan tentang karomah-karomah mbah Maimoen dan menyinggung tentang utuhnya jasad mbah Maimoen ketika makam Ma'la dibongkar. Ketiga adalah ngaji kitab Tarojim oleh Babah Abdul Ghofur Maimoen , beliau membaca sebagian isi kitab karangan mbah Maimoen yang sudah dikarang sebelum tahun 90-an. Kitab itu menjelaskan tentang perkembangan islam di Nusantara khusunya Jawa dan beberapa biografi masyayikh Sarang.
Setelah selesai ngaji, ada ramah tamah di rumahnya mas Nusron. Saya sengaja mendekat ke gus Ghofur biar bisa minta air doa ke beliau. Setelah tamu banyak yang pulang saya pun matur pada beliau minta doa untuk anak-anak saya. Seketika itu mas Nusron yang disamping gus Ghofur nyeletuk "Doktor adoh-adoh teko Mesir koq trimo mbok jaluki suwuk" gus Ghofur yang mendengar pun tertawa sambil tetap nyuwuk air yang saya sodorkan. "Mboten nopo-nopo mas" jawab saya singkat.

Kamis, 29 Juni 2023

Anak Kelima

 



Alhamdulillahi ala tamaami ni'amihi wafadhlih.
Banyak teman-teman yang nanya, koq iso gawe anak selang seling lanang wedok. Saya pun hanya menjawab, angger dienggokno ngiwo nengen ngiwo nengen. 🤗
Anak lahir dengan kelamin laki-laki atau perempuan itu sudah takdir Allah. Yang penting kita jangan terbawa tradisi jahiliyyah :
واذا بشر احدهم بالانثى ظل وجهه مسودا وهو كظيم
Diberi anak laki-laki atau perempuan, kita harus bersyukur. Wajah kita harus bergembira atas lahirnya anak kita dengan selamat. Walaupun anak-anak kita perempuan, kita harus bangga. Mengko lih entuk mantu lanang-lanang kama qoola Mbah Ma'ruf Irsyad.
Anak-anak sengaja kami kasih nama-nama para nabi dan sholihin dengan harapan ngalap berkah pada beliau-beliau. Untuk laki-laki kami kasih nama Muhammad lalu Ahmad secara bergantian. Anak pertama saya kasih nama Muhammad Yahya Kholili, Yahya adalah buyut dari ibunya sedangkan kholili adalah buyut dari ayahnya. Dan Yahya sendiri adalah salah satu nabiyullah. Anak kedua, istri saya yang memberi nama Maryam Naqiyya. Awalnya mau sy beri nama Naqiyya Nadhiefa tapi istri saya usul maryam, jadilah Maryam Naqiyya. Anak ketiga Ahmad Hasan Balya, karena saya pernah nadzar jika diberi anak laki-laki saya akan beri nama seperti namanya bang Ahmad Hasan Alkaff lalu belakangnya saya tambahi Balya. Anak keempat saya tafa'ulan dengan waliyullah Robi'ah Adawiyyah, ndelalah sama-sama anak keempat. Lalu anak kelima berarti depannya Muhammad lagi, Muhammad Ashif Barkhiya (salah satu orang kepercayaan nabi Sulaiman yang bisa memindahkan singgasana ratu Bilqis dalam sekejap mata).
اللهم بارك لنا في ذريتنا وارزقنا برهم وتقواهم امين

Senin, 26 Juni 2023

Officially Mom of five



By : Ibuk Elin

Mau nulis apa ya… tentang perasaan, kapok ya kapok, seneng ya seneng. Alhamdulillah…
Jadi sejak dalam kandungan, aku selalu berharap, bayi ini lahir setelah bapak benar2 libur. Mbak2 sudah pulang, dan segala workshop diselesaikan.
Mbayangke juga, nanti lahirannya tengah malam pas anak2 tidur, jadi ga perlu drama gimana ninggal mereka ke bidan.
Alhamdulillah, malam tadi masih tidur bersama anak2 seperti biasa. Setengah 12 malam, nglilir, pipis. Setelah itu mulai terasa kontraksi. Pikirku, nanti lah tahan aja dulu di rumah. Eh kok tambah rempet tambah rempet kontraksi nya. Akhirnya jam 1 malam bangunin pak Isbah Kholili, dipijeti, diisik2, dan setengah 2 memutuskan ke bu bidan.
Ting tong ting tong, agak ewuh aslinya, tengah malam gitu. Untung mbak nya sigap, dicek bukaan 3.
Pasti di tengah kontraksi tuh ada rasa, udaaah mandeeeg, pengen ilang rasane… tapi trus eling lagi, bahwa itu sinyal bayi akan segera bertemu dg kita. Jadilah, lanjuuut, sg kuat Nang, berjuang sm ibuk…
Di sela kontraksi masih sempet pipis & pup. Eh dicek lagi bukaan 8. Dah mapan siap bersalin.
Dipandu bu bidan, diisik2 mbak bidan, gedolan tangan suami, sambil miring kiri.
Begitu udah kenceng banget, rebahan, pikirku bakal ngeden berkali2. Eh kok rasanya jalan lahir udah panas, seolah si bayi berkata “permisi ibuk, aku mau lewat.” dan sekali ngeden langsung lahir.
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah… Betapa luas kasih sayang Gusti Allah…
Jam 2.45 lahir bayi laki2 dg berat 3,2 kg yang oleh bapaknya diberi nama
Muhammad Ashif Barkhiya
Tabarrukan kepada seorang sholih kepercayaan Nabi Sulaiman yang menghadirkan singgasana Ratu Balqis.
Mohon doa pangestunipun 🙏🙏🙏

Senin, 09 Januari 2023

Belajar dari Ning Khilma

 


By : Ibuk Elin
Awal kami khidmah di Qudsiyyah Putri, pak Isbah Kholili berinsiatif untuk memfasilitasi mbak2 santri dg kegiatan jurnalistik dibantu teman2 IKAQ, salah satunya mas Yaya, yg kemudian memperkenalkan kami dg karya berjudul "Wigati". Dari situlah kami mulai mengenal Ning Khilma Anis, follow FB nya, mengikuti tulisan-tulisan keseharian, hingga menjadi penikmat tulisan terbaru berjudul "Hati Suhita".
Berjalannya waktu, Suhita semakin dicintai banyak kalangan. Diskusi, bedah buku, seminar, diselenggarakan di berbagai tempat. Sebagai follower, pasti ada lah keinginan untuk bisa berjumpa langsung dg beliau.
Bulan kemarin, sempat suatu hari, aku naik motor tepat di belakang mobil Suhita, dan berhenti cukup lama di lampu merah. Pengen banget lompat dr motor, trus menyapa dr kaca jendela mobil. Tapi kok ya bahaya. Ditahan tahan dulu kepengennya. 🤭
Bulan ini, dapat kabar Ning Khilma mengisi acara di TBS putri. Pengen daftar, tapi maju mundur. Eh besoknya ada kabar, ngisi di PPRM, pondoknya Pakdhe. Langsung minta izin suami utk hadir. Beberapa jam kemudian, surprisingly, muncul flyer kegiatan Qudsiyyah Putri ngrawuhke Ning Khilma. Suenengnyaaa jangan tanya 😍
Bayanganku waktu itu, aku ya duduk di barisan peserta, seperti biasa. Mirengke cerita2 beliau, menyerap ilmu2 dari beliau, wis gitu cukup. Ga ada bayangan bisa njagongi. Bahkan pas muncul keinginan minta foto bareng tuh aku mikir seharian gimana ya caranya. Aku tipe orang yg ga berani minta foto bareng dg tamu terhormat. Kalo kemudian ada yg memulai agenda foto2, OKe. Tapi untuk memulai, ga berani. Serius.
Tak disangka, begitu harinya tiba. Baru nginguk depan ruang transit, langsung disamperin bu guru. "Sudah ditunggu Ning Khilma, Bu."
Lhoh ya aku kaget. Kan beliau belum kenal aku, batinku.
Masuk, salaman, langsung ngusap perut dong, menanyakan kehamilanku. MasyaAllah grapyakeee... Kyk orang udah kenal lama banget, adaaa aja gitu yg diobrolin. Dari bapak ibu beliau yg dulu juga sama2 di Jogja, berkawan dg ibuk & bulekku. Sampai ttg mas Apit & mas Apang, yg juga di Jogja. Dan juga mas Aun, yg istrinya masih saudara Gus Aza. Padahal semalaman suntuk aku mikir gimana ya mau memperkenalkan diri ke Ning Khilma. Jebul sudah automatically connected, bener2 jaringannya kuat. 😅
Beliau ini wis pkoe apik sembarangane. Ya sikapnya, ya nyemanaknya, ya ilmunya, ya semangatnya. Apa yg beliau raih saat ini bener2 menggambarkan kualitas dirinya. Saluttt 👍👍👍
----
"Kenangan bukanlah kutukan. Kenangan adalah kekuatan."
Lha pripun niki sg dieling-eling kok cuma segitu. 😅
Lengkapnya, silakan ke youtube Qudsiyyah Putri ya...
Terimakasih rawuhipun Ning Khilma Anis ...
Terimakasih telah berkenan berbagi ilmu kepada kami. Membangkitkan semangat kami untuk terus belajar, terus membaca, dan gemar menulis.
Saya ini ya suka nulis. Nulis status curhat khas ibu2 ✌️
Yang jelas pagi ini agendanya bener2 recharge mood ... Alhamdulillah 😍

Selasa, 20 Desember 2022

Haul Mbah Muhammad Asnawi

 



Simbah saya dulu namanya mbah Munthohar namun setelah haji diganti menjadi Muhammad Asnawi. Setelah beliau kapundut tahun 1997, tiap tahun pasti diadakan acara haul. Setahun yang lalu saya usul di grup keluarga besar Bani Muhammad Asnawi, gimana kalau acara haul diadakan bergantian di Madura, Sedan, dan di Kudus. Alhamdulillah kasepuhan menyetujuinya.
Mbah Asnawi punya anak enam, namun cucunya ada 44 (entah kalau lebih). Acara haul tahun lalu bertempat di Bangkalan Madura karena pak dhe saya Agus Nawawi dapat orang Madura. Alhamdulillah acaranya ramai dan banyak yang ikut.
Tahun ini haul diadakan di Ponpes Assunniyyah Sedan Rembang. Seperti tahun lalu, haul tahun ini juga tak kalah meriahnya. Hanya beberapa cucu yang gak bisa ikut karena masih mondok dan belum libur. Yang menarik, acara haul ini mulai MC, Iftitah, tahlil, doa, dan Maulid yang ngisi ada cucu-cucu semua. Kasepuhan hanya sambutan saja.
Sebelum ke Sedan, kami menyempatkan untuk mengajak wisata murah meriah yaitu ke pantai Karangjahe. Entah sudah berapa kali kami kesini, namun gak ada bosannya kalau main air.
Di setiap momen ketemuan keluarga besar pasti selalu dibahas, anaknya sudah berapa? Sudah hamil apa belum? Dan yang selalu jadi bahasan menarik adalah hadiah Umroh dari lek Ahmad Asnawi bagi ponaan-ponaan yang bisa menyaingi 12 anaknya. 😁😅😂.
Semoga keluarga besar Mbah Asnawi semakin kompak, akrab, rukun, dan tambah selalu personilnya.

Kamis, 15 Desember 2022

Kopi Lampung dari mas Ilham Aufa

 



Seorang santri memang identik dengan rokok dan kopi. Rokok biasanya dihisap oleh para Kyai agar pikiran-pikiran yang menggumpal jernih kembali. Mbah Yai Sya'roni adalah contoh kyai dengan tipe ini, beliau sering dawuh bahwa kalau tidak merokok pikiran menjadi buntu dan kalau mengajar kurang gayeng. Saya sendiri adalah orang yang menyaksikan betapa enaknya penjelasan beliau ketika mengajar. Saya beruntung sempat mulazamah dengan beliau selama 3 tahun di MA Qudsiyyah.
Sedangkan kopi adalah amunisi satunya agar mata tetap terjaga ketika mengkaji kitab-kitab atau ketika mengajar. Untuk masalah rokok sendiri saya sudah insaf karena mengikuti mazhabnya Mbah Mun. Namun untuk kopi tidak bisa meninggalkannya. Di pagi hari biasanya saya minum kopi agar ketika mengajar tidak ngantuk. Kalau gak sempat membuat kopi, bisa dipastikan mata ini mbliyat mbliyut dan jadi gak fokus dalam mengajar.
Saya kenal mas Ilham waktu beliau memondokkan putrinya di Qudsiyyah Putri. Sebenarnya saya sudah mengenal keluarga besar Kyai Muhyi yang pernah menjadi masyayikh di Qudsiyyah. Ada pak Wifaq yang akrab dengan mas Apang, bahkan ketika beliau kapundut mas Apang memimpin maulid di maqbarah untuk mengantar kepergian beliau. Lalu ada mas Ibad dan mas Wafda yang sudah saya kenal lama. Namun untuk mas Ilham baru tiga tahunan kemarin.
Kemarin saya bergurau kalau kangen kopi Lampung, karena dulu kalau ngantar putrinya sering dibawakan. Eh lha koq malah dikirimin sebanyak ini 😁
Matur suwun mas, gusti Allah ingkang bales. Semoga bisa buat nemenin ngaji selama 6 bulan 😀

Senin, 12 Desember 2022

Sullamun Nawi Fi Ilmin Nahwi

 



Sudah lama saya ingin menulis ringkasan-ringkasan nahwu yang mudah dan aplikatif. Memang benar guru saya, bahwa menulis kitab itu fadhol yang luar biasa. Terkadang banyak orang yang pintar tapi untuk menuangkan karyanya dalam tulisan ini yang jarang dimiliki. Terkadang waktu yang menjadi kendala, atau aktivitas padat yang selalu mengisi dari hari ke hari.
Di MTs Qudsiyyah Putri ada program sorogan kitab Taqrib. Anak-disuruh menghafal makna kitab dan maju disimak guru-guru. Banyak anak-anak yang bisa membaca tapi lemah dalam memahami i'robnya. Untuk itu saya mengusulkan agar diadakan diklat Nahwu sebelum liburan. Karena saya yang usul, akhirnya saya pun diminta untuk menjadi koordinator diklat Nahwu tersebut. Bismillah, saya pun menyanggupinya dan berjanji akan membuatkan modul Nahwu yang ringkas dengan contoh-contoh dari kitab Taqrib agar lebih aplikatif.
Kitab ini saya tulis selama lima hari, di tengah kesibukan saya momong anak-anak karena ibunya kuliah (lagi). Dan saya yakin ini adalah fadhol dari Allah sehingga bisa selesai tepat waktu sebelum diklat dimulai. Saya mulai menulis Senin kemarin tanggal 5 Desember 2022 dan selesai Jumuah malam tanggal 9 Desember 2022. Sabtu saya masukkan ke percetakan dan Ahad pagi 11 Desember kitab dikirim ke Qudsiyyah Putri. Alhamdulillah tepat pukul 07.30 kitab bisa dibagikan karena acara memang dimulai pukul 07.30. Memang kitab ini masih banyak kekurangan karena nulisnya juga terlalu mepet waktunya. Namun ala kulli hal saya puas bisa menyelesaikannya.
 
Copyright © 2022 ISBAH KHOLILI. Designed by MikiAlQudsy