BREAKING NEWS

The Power Of Santri

Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 April 2024

Eid 1445 H

 


Tahun ini 1445 H akan menjadi usia matang saya, tepatnya nanti bulan Dzulhijjah. Genap 40 tahun sudah, namun saya merasa masih banyak kekurangan. Kurang ilmu, kurang ibadah, kurang anak 🤭
Ada satu hal yang ingin saya capai namun entah kapan dan mungkin kesampaian atau tidak. Setelah dari Sarang mestinya saya pingin menghafal Al Qur'an namun sampai sekarang belum kesampaian. Angen-angene yo setelah menikah sambil ngapalke, tapi ekspektasi tak sesuai realita 😅. Apalagi anake mbregudhul ditambah mendapat amanah sebagai khodim ma'had otomatis waktu sudah banyak tersita.
Di tahun ini juga, akan menjadi tahun penentuan saya. Akan banyak keputusan-keputusan penting yang harus saya ambil tahun ini. Semoga selalu dipernahke gusti Allah subhanahu wata'ala.
Selamat hari raya Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf atas segala Khilaf.
Usgan

Sabtu, 02 Maret 2024

Malam Sholawat Simfoni Menjemput Romadlon 1445 H bersama Arridwan Almarashli Ensemble



By : Ibuk Elin


Waktu pertama kali dikabari pak Isbah Kholili seminggu sebelumnya, ibuk udah upyek briefing Yahya Balya untuk ambil kesempatan bisa duet bareng Almarashli. Qomarun, Assalamualaik, Ya Nabi, ya sholawatan2 yg sekiranya Yahya Balya bisa.

Sampailah di malam yg ditunggu2, ternyata posisi duduk guru putri agak jauh dari panggung. Bertahan beberapa menit sampai akhirnya ibuk dan 5 bocil bergeser ke musholla yg semakin jauh di pinggir, sambil mengamati kira2 bisa mendekat di posisi mana ya. Beruntungnya, masih ada space sedikit di area mbak2 rebana Mimil Mubarok yang tepat di bawah panggung, meluncurlah kami kesana.
Sholawat busyro, Ya Hanana, Tholama, Khoirol Bariyyah, Mughrom, dan sholawat2 lainnya mulai menyemarakkan suasana. Anak2 semangat bisa ngikutin teriak2 dari bawah panggung.
Tibalah saatnya pak Yaseen mengajak audience untuk pakai mic nyanyi bareng. Wah ini yg ditunggu.
Eh lhahkok ya lagunya Bahibbak wabaridak… Pelafalannya cukup sulit bagi yg jarang mendengar.
MC nyodorin mic ke mbak2 rebana, lha yo ga hafal. Mbak2 mulai bilang “bu Elin bu Elin bu Elin…”
Tangan gatel kudu ambil mic, tapi kok isin, insecure suarane kebanting, tapi tetep kuduuu… 😂
Akhirnya pake jalan tengah, kasih mic nya ke Yahya, ibuk mbisiki eh nggembori di mburinan. Dan tidak disangka, di tengah lagu, Balya dengan semangatnya ikut nyaut. Alhamdulillah tetep maceme cah cilik meski salah ambil nada.🤭
Pas nonton videonya di yutub, ibuknya nyesel kan, kenopo ga ambil kesempatan duet bareng. Ah inilah definisi “musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri”. Nyari kesempatan begini juga kapan lagi.🙃
Tapi ya sudah, 30 detik yg berhasil terabadikan dari mburinan ini biar jadi kenang2an Yahya Balya pernah duet bareng Almarashli. Sambil mengamini doa yg disematkan akun resmi Almarashli
اللهم ارزق أطفالنا المحبة الكاملة للنبي الأعظم صلى الله عليه وسلم امين

Rabu, 14 Februari 2024

SDN 1 PADURENAN

 



Di ruang kelas inilah saya menghabiskan pendidikan dasar saya. Di desa yang asri bernama Padurenan yang kental dengan sejarah panjangnya. Desa ini kemungkinan besar mulai ramai setelah kedatangan Raden Muhammad Syarif, salah satu putra Tumenggung Yudhonegoro dari Sumenep Madura. Raden Muhammad Syarif memutuskan meninggalkan Sumenep karena kadipaten tersebut jatuh ke tangan Belanda buntut dari perjanjian Pakubowono I atau Pangeran Puger dengan VOC Belanda. Setelah Pakubuwono I menjadi raja di Surokarto dengan menyingkirkan keponakannya Amangkurat 3, kemungkinan besar Belanda mulai menduduki pulau Madura tak terkecuali Sumenep (Madura Timur).
Banyak sekali kenangan saya di SD ini. Saya pun masih ingat wali kelas saya. Kelas 1 bu Endang, kelas 2 pak Tajuddin, kelas 3 Bu Rusi, kelas 4 pak Suharto, kelas 5 bu Supri (kayaknya 😅), dan kelas 6 pak Suripto.
Dari semua wali kelas itu yang paling halus adalah bu Endang, mungkin karena anak didiknya masih kecil-kecil jadi sangat pas kalau beliau yang mengajar. Dan yang paling galak adalah bu Supri, wali kelas 5. Sabetan penggaris sudah menjadi makanan empuk tiap ditanya dan tidak bisa menjawab. Kondisi psikologis saat itu sudah biasa, jadi tidak mempermasalahkan dengan hukuman tersebut. Coba hal itu dipraktekkan sekarang, masuk penjara lah akhirnya.
Saya sudah tidak begitu hafal dengan teman-teman SD satu angkatan karena saya sendiri jarang ke Padurenan. Satu kelas sekitar 20 anak kayaknya atau 19 saya agak lupa. Mungkin yang masih bisa saya pantau Facebook nya adalah Ahmad Salamun NiLta Manzilah sedang yang lainnya gak tau entah kemana. Ingin sekali saya silaturrahim ke rumah pak Suripto, semoga saja ada kesempatan.

Selasa, 20 Desember 2022

Haul Mbah Muhammad Asnawi

 



Simbah saya dulu namanya mbah Munthohar namun setelah haji diganti menjadi Muhammad Asnawi. Setelah beliau kapundut tahun 1997, tiap tahun pasti diadakan acara haul. Setahun yang lalu saya usul di grup keluarga besar Bani Muhammad Asnawi, gimana kalau acara haul diadakan bergantian di Madura, Sedan, dan di Kudus. Alhamdulillah kasepuhan menyetujuinya.
Mbah Asnawi punya anak enam, namun cucunya ada 44 (entah kalau lebih). Acara haul tahun lalu bertempat di Bangkalan Madura karena pak dhe saya Agus Nawawi dapat orang Madura. Alhamdulillah acaranya ramai dan banyak yang ikut.
Tahun ini haul diadakan di Ponpes Assunniyyah Sedan Rembang. Seperti tahun lalu, haul tahun ini juga tak kalah meriahnya. Hanya beberapa cucu yang gak bisa ikut karena masih mondok dan belum libur. Yang menarik, acara haul ini mulai MC, Iftitah, tahlil, doa, dan Maulid yang ngisi ada cucu-cucu semua. Kasepuhan hanya sambutan saja.
Sebelum ke Sedan, kami menyempatkan untuk mengajak wisata murah meriah yaitu ke pantai Karangjahe. Entah sudah berapa kali kami kesini, namun gak ada bosannya kalau main air.
Di setiap momen ketemuan keluarga besar pasti selalu dibahas, anaknya sudah berapa? Sudah hamil apa belum? Dan yang selalu jadi bahasan menarik adalah hadiah Umroh dari lek Ahmad Asnawi bagi ponaan-ponaan yang bisa menyaingi 12 anaknya. 😁😅😂.
Semoga keluarga besar Mbah Asnawi semakin kompak, akrab, rukun, dan tambah selalu personilnya.

Selasa, 15 Maret 2022

Peci Grup Rebana Al Mudarrisun

 



Setelah grup rebana Al Mudarrisun terbentuk, asatidz Qudsiyyah Putri bermaksud membuat seragam. Karena seragam baju sangat mahal akhirnya guru-guru sepakat untuk membeli peci saja yang harganya sangat terjangkau. Entah siapa yang membayari peci itu, yang jelas saya dikasih saja dan tidak ditarik iuran. Sebagai rasa syukur, peci itu pun saya pakai ketika mengajar.
Saya melihat kebanyakan guru memakai peci itu ketika mengajar. Padahal saya itu termasuk guru yang disiplin dan peci itu bukanlah peci resmi untuk mengajar. Tapi karena kebanyakan guru memakai peci itu dan saya tidak ingin membuat kecewa orang yang sudah memberi, maka kuputuskan untuk memakainya. Nanti kalau kepala madrasah tidak berkenan pasti akan diworo-woro dalam grup.
Ahad kemarin saya mengajar di kelas 11 IPA, saya masih memakai peci hitam, sementara peci seragam Al Mudarrisun masih di dalam tas. Ketika saya membuka tas untuk mengambil kitab Alfiyyah, saya bilang ke anak-anak. Aku entuk seragam peci cah dari grup rebana Al Mudarrisun, tak enggo macem tah ora yo? Ya pak pakai saja pak, macem mesti, jawab anak-anak. Akhirnya peci pun saya pakai sambil menaruh peci hitam ke dalam tas.
Setelah peci saya pakai, anak-anak pun nyeletuk. Ayo pak foto pak..Akhirnya saya pun foto di depan anak-anak. Setelah saya amati yo pantes juga peci itu di kepala saya. Namanya juga Usgan ya..peci macem apa saja ya tetap kelihatan cakep 😁😁😁

Sabtu, 05 Maret 2022

Peci Eskimo



Dulu saya pernah cerita bahwa pergi kemana saja saya pasti selalu memakai peci. Saya biasanya memakai peci resmi yaitu peci hitam atau yang lebih dikenal dengan peci Soekarno. Peci atau songkok hitam ini memang bisa digunakan di acara apa saja, acara formal maupun non formal. Untuk ngajar sehari-hari juga memang peci hitam itu yang saya pakai.
Sekitar delapan bulanan yang lalu ada kumpulan Burdahan di rumah teman saya di Undaan. Burdahan itu adalah acara rutin selapanan yang tempatnya bergantian dari satu rumah ke rumah yang lain. Waktu itu tuan rumahnya adalah mas Tommy Bahar . Karena rasa syukurnya dikaruniai seorang putra, akhirnya semua yang hadir disuruh mengambil peci satu-satu. Saya yang kebetulan juga ikut hadir pun tak mau ketinggalan. Awalnya saya tidak minat untuk ikut ambil karena merasa ora macem nganggo peci seperti itu. Tapi setelah saya amati akhirnya saya putuskan untuk ambil saja.
Setelah sampai rumah, saya pakai peci itu dan lambat laun macem juga peci itu di kepala saya. Akhirnya tiap acara non resmi saya seringnya pakai peci itu. Peci itu saya beri nama peci Eskimo. Peci buatan mas Tommy Bahar teman satu angkatan saya. Semoga rizkinya mas Tommy selalu dilapangkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. Amiin.

Jumat, 04 Maret 2022

Rest Area Pendopo KM 456

 


Sekilas Rest Area ini kelihatan biasa aja. Sering lewat sini, saya kira hanya menyediakan toilet-toilet dan musholla bagi pengguna jalan tol Semarang-Solo. Namun perkiraan saya salah. Kemarin saya ke rumah mas Afidl Ni'ama di Suruh Semarang. Siang hari kami sampai di Suruh lewat tol Semarang-Solo. Sejak adanya tol Semarang-Solo perjalanan Kudus-Suruh hanya butuh waktu dua jam saja.
Sore hari sekitar jam 16.30 kami pamit pulang. Sebelum pulang istri saya memang ingin mampir di rest area KM 456, karena penasaran seperti apa dalamnya. Setelah masuk tol lewat Tingkir beberapa menit kemudian kami pun sampai rest area tersebut. Rest area ini masuk wilayah kota Salatiga. Sore itu parkiran penuh sesak, mungkin karena tanggal merah libur isra'mi'raj. Mobil berjajar memenuhi parkiran baik sisi kiri jalan tol arah Semarang maupun sisi kanan yang arah ke Solo. Setelah antri beberapa menit kami pun dapat parkir juga.
Turun dari mobil kami segera masuk ke dalam, dan ternyata dugaan saya jauh dari sasaran. Ini sih mall namanya bukan rest area. Toko-toko dan kedai makan berjejer rapi di dalamnya. Indomaret point juga menghiasi sudut lantai dua. Bahkan di rest ini juga ada liftnya. Dan yang menjadi ikonik dari rest area ini adalah jembatan penghubung bangunan antar sisi kanan dan kiri dari tol Semarang-Solo. Jembatan penghubung itu pun praktis menjadi spot foto yang menjadi antrian pengunjung.
Setelah berfoto ria di jembatan penghubung, kami pun berjalan menuju sisi bangunan sebelah yang arah Semarang-Solo. Di situ juga berjejer kedai-kedai yang menjual beraneka makanan dan minuman. Karena tadi sudah makan di rumah mas Afidl akhirnya saya pun hanya pesan kopi saja. Kopi tubruk hitam dengan gula yang terpisah sehingga pembeli bisa memasukkan gula sesuai selera. Untuk harga memang di atas rata-rata karena ini adalah tempat wisata. Untuk kopi tubruk sendiri harganya Rp. 18.000 (paling murah😅).
Tak terasa adzan maghrib pun menggema. Rencananya kami mau sholat maghrib isya' jama' ta'khir aja di Demak, tapi setelah melihat musholla yang super nyaman, akhirnya kami pun jama' takdim disitu. Musholla yang luas dengan air yang sejuk menjadikan tempat ini recommended sekali untuk melepas lelah.

Minggu, 27 Februari 2022

Live, Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam

 


Tahun ini peringatan Isra' Mi'raj terlaksana di tanggal cantik. 27 Rajab 1443 ini bertepatan dengan tanggal yang sama yaitu 27 Februari 2022. Seperti biasanya setiap ada event di Ponpes Qudsiyyah Putri semalam sebelumnya segenap tim Sekretariatan sudah siap untuk memasang back drop dan panggung pengajian. Panggung kami tempatkan di lapangan ponpes Qudsiyyah Putri menghadap ke timur. Ahad pagi panggung sudah berdiri manis dengan back drop yang didominasi warna hijau toska.
Menjelang siang, hujan mulai turun dengan intensitas sedang. Beberapa waktu kemudian hujan semakin deras dengan disertai angin yang kencang. Saya sedang mengajar di kelas Aliyah dan tiba-tiba semua dikejutkan dengan suara braaakkk... Ono opo cah? Tanya saya. Tratake ambruk pak..jawab salah satu santri. waduh gak sido pengajian iki, sahut yang lain.
Memang lapangan Qudsiyyah Putri sangat luas, jadi ruangan terbuka dengan panggung yang tidak ditemani terop itu menjadi kurang kuat. Apalagi trataknya tidak dikasih pasak sehingga tertiup angin langsung ambruk. Seketika itu juga saya pun menginstruksikan tim Sekretariatan untuk memindahkan panggungnya ke musholla. Dengan pertimbangan kalau nanti malam hujan sudah tidak was-was.
Akhirnya panggung pun jadi juga. Bertempat di musholla Qudsiyyah Putri menghadap ke barat. Memang tim Sekretariatan ini selalu saya andalkan dan orangnya sat set dalam mengerjakan tugas. Malam pengajian pun datang juga. Live streaming sudah siap untuk mendokumentasikan pengajian Isra'Mi'raj itu. Acara segera dimulai dengan pra acara, lalu pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an, sholawat Asnawiyyah Qudsiyyah, pembacaan maulid, dan sambutan. Nah pas saya sambutan inilah tiba-tiba hujan turun sangat deras. Akhirnya beberapa santri yang berada di lapangan menyelamatkan diri sendiri mencari tempat yang beratap.
Dari situ saya langsung tau apa hikmah ambruknya tratak tadi sore. Seandainya ambruk malam ini pasti akan lain ceritanya.

Rabu, 23 Februari 2022

Rabu Kliwon



By : Ibuk Elin
Setelah status ngaji rutin selapanan yg ditulis pak Isbah Kholili malam tadi, kali ini tentang bancaan.
Ini bancaan yg dirutinkan oleh ibuk dan bulekku di hari pasaran wafatnya mbah Yahya Arif. Bancaan jajan sekedarnya untuk seluruh asatidz madrasah Qudsiyyah.
Setiap ngirim ke Qudsiyyah Putri, selalu ada bungkusan plastik berisi 2 jajan. Ya, ibuk membungkusnya untukku, putrinya, yang ada di madrasah tapi bukan termasuk jajaran asatidz.
Setelah wafatnya ibuk, bulekku melanjutkan bancaan ini. Lima kali Rabu Kliwon berlalu, aku tiba2 rindu cara ibuk mbuntelke 2 jajan untukku. Jadi hari ini, aku berpesan untuk mbuntelke 2 jajan seperti yg biasa ibuk lakukan untukku. 🤗
Cintailah ibumu. Suatu saat, kau akan merindukan semua hal yang selalu dilakukannya. Hal-hal kecil yang mungkin kau anggap biasa saja. Sesederhana, mbuntelke 2 jajan untukmu. 🥲
Untuk Mbah Yahya, Ibuk Sa'adah, Bulek Syafa'ah, Mbah Ni'afah, Al-Fatihah ...

Lalaran Alfiyyah Santri Qudsiyyah Putri Tahun 2017

 


Di awal tahun berdirinya ponpes Qudsiyyah Putri tahun 2017 saya sudah memberi fasilitas kepada santri-santri untuk memberikan waktu khusus lalaran Alfiyyah. Kenapa hafalan harus dilalar? Ya kalau tidak dilalar akan hilang dengan sendirinya. Waktu itu ada sekitar 30 an santri yang ambil program kitab. Mereka masih unyu-unyu sekali karena baru berumur 12 an tahun.
Untuk menambah semangat saya minta satu santri untuk mengiringi dengan rolling. Sindi Wageta Sari nama santri itu, santri asal Wegil Sukolilo Pati, namun ketika naik ke jenjang Aliyah minta dilaju dari desanya. Terus yang memimpin nadhoman adalah santri dari Grobogan yang bernama Adellia Putri Wahyuning Pramestya. Untuk Adel ini masih bertahan di Qudsiyyah Putri dan sudah mengkhatamkan hafalan Alfiyyah 1002 bait. Sekarang anaknya pun minta pindah ke program tahfidz.
Waktu itu saya masih sering menunggui sendiri kegiatan-kegiatan santri. Jumlah santri yang baru sedikit, anak saya yang juga baru dua, dan aktivitas yang belum padat membuat saya relatif punya waktu yang luang. Memang hafalan menjadi program wajib di pondok ini. Kalau tidak ambil program tahfidz dengan menghafal Al-Qur'an ya ambil program kitab dengan mengahafal Alfiyyah. Sebenarnya dari hafalan itu kita sudah bisa mengetahui karakter masing-masing santri. Santri ini disiplin apa tidak, tenanan apa tidak, punya semangat mondok apa tidak, semua bisa diketahui dari hasil hafalannya. Jadi semakin disiplin santri itu pasti hasil hafalannya akan memuaskan.

Selasa, 22 Februari 2022

Kumpulan Bani Arif



Setiap malam Rabu Kliwon keluarga Simbah Arif mengadakan kumpulan yasinan dan tahlil. Adapun tempatnya selalu di rumah peninggalan beliau di desa Kauman Gang 2. Sekarang rumah itu ditempati oleh bu lek Hj. Sayyidah. Mbah Arif adalah bapak dari KH. Yahya Arif. Dulu rumah itu ditempati oleh keluarga besar simbah Yahya Arif dan saudara-saudaranya. Setelah satu persatu menikah, semuanya meninggalkan rumah itu dan akhirnya rumah itu menjadi milik Mbah Ya, tentunya dengan sistem torok.
Setiap mendekati malam Rabu Kliwon, bu lek Sayyid pasti selalu woro-woro di grup WA agar semua cucu-cucu bisa hadir. Saya hampir pasti selalu datang kalau tidak ada udzur atau anak-anak lagi sakit. Ketika masuk rumah itu, pasti yang dirasakan adalah nuansa kuno dan ingatan akan masa lalu penghuni rumah itu. Sosok KH. Yahya Arif yang fotonya tertempel di dinding sudah barang tentu akan menjadi inspirasi perjuangan seorang single father itu.
Acara kumpulan yang hanya sederhana membuat semua keluarga merasa nyantai untuk selalu menghadiri rutinan tersebut. Baca yasin lalu dilanjut tahlil, dan doa, serta ditutup dengan makan-makan. Sudah, itu saja lah agendanya. Selesai makan jagong-jagong lalu pulang. Penempatan waktu di malam hari juga membuat keluarga bisa meluangkan waktunya. Semoga rutinan ini bisa istiqomah sampai cicit dan cucut besok.

Minggu, 09 Januari 2022

Nyuci Tepak



Diantara aktivitas harian santri Qudsiyyah Putri adalah nyuci tepak. Mungkin tepak adalah singkatan dari tempat pakanan, namun apapun itu namanya kalau tidak dicuci dan dikumpulkan tepat waktu maka santri bisa-bisa tidak dapat jatah makan. Sejak awal mengelola ponpes Qudsiyyah Putri, saya sudah mengganti sistem makan santri sampai tiga kali. Setiap sistem saya evaluasi dengan tujuan santri bisa makan tepat waktu dan yang paling penting adalah semua santri mendapatkan jatah makan tanpa terkecuali.

Ketika awal-awal tahun pertama dengan santri yang hanya berkisar 60 an, santri-santi bawa piring sendiri-sendiri ke dapur dan mengambil nasi sesuai kebutuhan masing-masing. Satu dua bulan berjalan dengan baik, namun lambat laun mulai ada keluhan lauknya kurang. Su'uddzon saya, lauknya digondol oleh tikus-tikus yang memang juga butuh makan. Akhirnya sistem ini kami evaluasi. Santri tetap membawa piring tapi ada santri yang piket untuk mengambilkan jatah nasi dan lauknya.

Sistem kedua itu berjalan sampai tahun angkatan kedua. Setelah santri agak banyak, sekitar 200 santri, maka santri yang piket mulai kewalahan. Akhirnya saya merubah dengan menambah tenaga dapur, dengan tujuan tenaga dapur lah yang mengambilkan jatah makan, tidak lagi melibatkan santri. Disini muncul kendala lagi, tenaga dapur yang sedikit tidak bisa mengakomodir jumlah santri yang begitu banyak, akhirnya antrian mengular seperti antri sembako.

Sistem ketiga pun saya jalankan, setelah study banding ke pondok-pondok lain dan adanya masukan dari wali santri. Sistem ini saya kira yang paling efektif untuk mengurai masalah sosial di ponpes yang kami kelola yaitu pembagian makan tepat waktu. Ya, TEPAK menjadi solusi yang tepat sampai saat ini. Jadi setiap santri kami belikan tepak makan, lalu tepak harus dimasukkan ke box besar masing-masing kamar. Mereka harus mencuci tepak itu setelah makan dan menaruhnya kembali ke dalam box. Box ini lalu ditaruh di dekat dapur untuk selanjutnya akan diisi oleh tenaga masak. Saat ini ada 600 an santri, dengan tenaga masak 12 orang. Masak sehari tiga kali, jadi per shift ada empat tenaga masak. 

Dari mencuci tepak itu, santri mendapatkan pengalaman berharga bahwa hidup di pondok itu tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kerja keras agar bisa mendapat ilmu yang bermanfaat. Nyuci tepak tepat waktu juga mengajarkan kepada mereka untuk disiplin dan bertanggung jawab. Selamat mencuci tepak!!!

Sabtu, 01 Januari 2022

Perbedaan Kyai Jawa Tengah dan Jawa Timur

 


Kemarin istri saya buat status terkait bercandanya para lelaki, kenapa mesti seputar wayoh, poligami, dst. Ya mungkin istri saya kesal dengan komen-komen bercanda itu. Orang-orang yang komen juga itu-itu aja. Sebagai suami yang sayang istri, saya patut untuk membela. Ini bukan masalah berani atau tidak, bukan masalah takut istri atau tidak, dan bukan masalah halalnya poligami atau tidak. Tapi ini adalah tentang cinta dan kasih sayang.


Sayyid Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman al-Jufri pernah ditanya seorang reporter perempuan tentang poligami, beliau menjawab sebenarnya saya adalah orang yang tidak anti poligami dan saya juga pelaku poligami, namun demi Allah seandainya saya tau poligami seperti ini (sulitnya menjaga keadilan), saya tidak akan berpoligami.


Sebenarnya, laki-laki yang banyak berbicara tentang poligami itu mayoritas tidak berani melakukannya. Ibarat rusa yang bercanda di depan kawan-kawannya kalau dia berani berlari di depan Singa, tapi kenyataannya dia tidak pernah melakukannya. Lalu apa arti judul di atas. Jadi ada beberapa kyai di Jawa Timur yang melakukan poligami namun sangat jarang terjadi di Jawa Tengah. Ada perbedaan pandangan masyarakat antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Coro wong Jawa Timur, Kyai koq bojone siji. "Kyai opo iku". Tapi ning Jawa Tengah, ono kyai koq bojone punjul songko siji malah dipaido masyarakat. "Kyai koq gragas" 😂😂😂

Jumat, 31 Desember 2021

Libur Tanggal 1 Januari



Tanggal 1 Januari ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional dan cuti bersama melalui SKB 3 menteri. Dulu di Qudsiyyah, Sosok KH. Yahya Arif merupakan masyayikh yang menentang madrasah diliburkan pada tanggal 1 Januari. Beliau memang dikenal sebagai kyai yang tegas dan cukup disegani oleh guru-guru yang lain. Mayoritas guru, terutama guru-guru muda menghendaki agar tanggal 1 Januari libur sebagaimana ketetapan pemerintah, namun mereka tidak berani mengutarakannya kepada Mbah Ya, pangilan akrab beliau.


Tanggal 1 Januari memang dikenal dengan libur pergantian tahun baru. Mungkin hal inilah yang mendasari beliau agar Qudsiyyah tetap masuk dan tidak diliburkan. Akhirnya Al Walid (KH. Fathur Rahman), selaku kepala Aliyah waktu itu berinisiatif bahwa libur tanggal 1 Januari bukanlah libur dalam rangka pergantian tahun baru tapi masuk dalam rangkaian libur akhir semester 1. Jadi awal masuk semester 2 adalah tanggal 2 Januari. Dari inisiatif inilah semua menjadi legowo dan menjadi tradisi Qudsiyyah sampai sekarang.

Kamis, 25 November 2021

Sang Murobbi




Tiga bersaudara inilah yang menjadi inspirasi dalam kehidupan saya. Beliau-beliau ini yang saya anggap sebagai murobbi dalam perjalanan mengarungi bahtera hidup dan berumah tangga. Yang pertama adalah Alwalid KH. Fathur Rahman. Dari beliau saya banyak belajar tentang arti kedisiplinan, arti pentingnya berorganisasi, dan bagaimana memanage sebuah lembaga pendidikan. Dari beliau juga saya banyak belajar bagaimana menjadi orang yang lembah manah, tidak kaku dan tidak gambleh dalam menghadapi suatu masalah. Yang kedua adalah KH. Muslihuddin. Dari beliau saya banyak belajar tentang arti kesabaran. Sabar dalam mendidik anak-anak sendiri maupun anak-anak yang dititipkan. Bangun sebelum subuh (walaupun belum bisa istiqomah tahajjud), mengajari ngaji anak-anak sendiri, menyuapi, memandikan, dan aktivitas rumah lainnya yang jarang dikerjakan oleh seorang laki-laki. Saya melihat sendiri beliau adalah orang yang tidak bisa nganggur. Mulai jam 03.00 sudah ke masjid untuk tarkhim dan jamaah subuh. Setelah itu mendidik anak-anaknya sendiri, lalu mengaji dengan santri-santri. Dan yang ketiga adalah KH. Ahmad Asnawi. Dari beliau saya banyak belajar pentingnya mengaji dan kesabaran dalam menuntut ilmu. Kekurangan fisik yang beliau miliki tidak menyurutkan tekad beliau dalam mencari ilmu. Dulu kalau posonan, lek Asnawi sering diantar oleh simbah Kaji Muhammad Asnawi, karena memang keterbatasan fisik beliau. Memang lek Asnawi ini adalah anak kesayangan simbah saya. Mungkin karena keterbatasan fisik yang dimiliki sehingga simbah saya banyak menaruh kasih sayang pada beliau. لولا المربي ما عرفت ربي #Selamathariguru2021





Jumat, 22 Oktober 2021

Surat Cinta Untuk Baginda Nabi Tercinta dari Umatmu Yang Penuh Dosa

 



Oleh Usgan

 Jumu'ah Legi, 22  Oktober 2021

 

Wahai Nabi…

Masih pantaskah kami mengharap syafaatmu

Sementara selalu kami elakkan dawuh-dawuhmu

Tak pernah kami jalankan sunnahmu

Dan sering kami abai akan perintahmu

 

Wahai Nabi…

Masih pantaskah kami mengharap telaga kautsar

Sementara kecongkakan masih selalu menggelegar

Sholat kami masih sering pudar

Di sepertiga malam pun kami masih selalu tepar

 

Wahai Nabi…

Masih pantaskah kami mendapat kasih sayang

Sementara rasa mengasihi kami masih hilang

Pada hawa nafsu tak pernah menang

Pada orang tua tak hormat dan pada yang kecil tak sayang

 

Wahai Nabi…

Masih pantaskah kami meminta rahmat

Sementara untuk bershodakoh pelitlah amat

Membaca Qur’an terasa penat

Dan dari dosa tak kunjung bertaubat

 

Namun..kami yakin Ya Rosulallah…

Engkau diutus sebagai Rohmatan Lil Alaamiin

وما ارسلناك الا رحمة للعالمين

Engkau adalah Rouf dan Rokhim

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

Engkau adalah Nabi yang mendapat perintah dari Allah

يا مُحَمَّد، ارْفعْ رأسك، وقُلْ: يُسْمَعْ لك، وسَلْ تُعْطَهْ، واشْفَعْ تُشَفَّعْ

Wahai Muhammad..Angkatlah kepalamu..

Berkatalah, maka didengar ucapanmu...

dan mintalah maka Engkau akan diberi..

dan mintalah syafaat, maka diterima syafaatmu

Lalu Engkau pun menjawab

رَبِّ، أُمَّتي أُمَّتي  Wahai Tuhanku…Ummatku Ummatku

Maka terimalah kami sebagai ummatmu


Ya Nabi...Salam Alaika

Ya Rosul…Salam…Salam Alaika

Yaaa Habib… Salam Alaika

Sholawatullah…Alaika

Ya Rosulallah terimalah surat cinta dari kami




Selasa, 21 September 2021

Keluarga Kecilku

Muhammad Yahya Kholili
Maryam Naqiyya
Ahmad Hasan Balya
Robi'ah Adawiyyah



 

Senin, 13 Agustus 2018

MASALAH SOSIAL





MASALAH SOSIAL ADALAH SUATU KETIDAK
SESUAIAN ANTARA UNSUR-UNSUR
KEBUDAYAAN ATAU MASYARAKAT, YANG
MEMBAHAYAKAN KEHIDUPAN KELOMPOK
SOSIAL. JIKA TERJADI BENTEROKAN ANTARA
UNSUR-UNSUR YANG ADA DAPAT
MENIMBULKAN GANGGUAN HUBUNGAN
SOSIAL SEPERTI KEGOYAHAN DALAM
KEHIDUPAN KELOMPOK ATAU MASYARAKAT. FILE ppt DAPATKAN DISINI

Kamis, 23 April 2009

PUISI



BISIKAN ANGIN

Jangan lupa…
Jangan berlebihan…
Kita semua sama…
Saling membutuhkan…

Entah Mengapa…
Kadang kala kita tak sadar
Antara kebaikan dan jasa
Rela persembahkan untuk kita

Bisikan angin
Mengalunkan pujian untuk menghargai
Apa yang mereka beri
Dan berterima kasih

Bisikan angina
Menyampaikan untukmu
Yang tak kenal lelah
Untuk berbuat kebaikan

Bisikan angina
Membuat menjadi mengerti

Jumat, 17 April 2009

HUMOR



ANDAI GAJAH YANG TERBANG
Di sebuh pondok pada tahun ajaran baru ,dengan wajah-wajah baru tentunya.Maman terhitung seorang santri lama melihat kejanggalan pada Gontong,santri yang terbilang baru ,karma baru seminggu pisah dari tempat tidur di kampong halamannya dan menempati tempat tidur baru si pondok barunya tentu.dengan jutaan angan dan cita-cita tentunya.merasa penasaran,Maman pun berkenalan dengan gontong dan berencana untuk cangkruk bersama
Maman :Tong… cangkruk yuk…!
Gontong :di mana ?
Maman :lantai atas tempat jemuran..gimana….?
Gontong :Ok…entar habis musyawarah ya….
Maman :Ok…siiiiip…..
Maman dan gontong ahirnya sepakat untuk cangkruk bersama setelah jam musyawarah,dan benar juga,setelah musyawarah mamanpun menepati janjinya untuk cangkruk berdua dengan gontong,dengan membawa sebungkus rokok SUKUN dan secangkir kopi,Maman naik ke lantai paling atas,tempat yang telah di rencanakan oleh mereka berdua,setelah maman sampai atas,maman melihat gontong yang ternyata udah nyampai atas duluan.
Maman :hoi….nglamun….!lagi bayangin apa tong….?
Gontong :eh ...maman…,ini man..,aku lagi lihat kelelawar terbang
Maman :tuhan maha adil ya tong…burung sekecil itu punya keistimewaan bisa
:terbang
Gontong :tapi tuhan gak adil sama gajah Man….
Maman :kok gitu tong…?
Gontong :coba gajah yang di beri keistimewaan untuk terbang…
Gontong :Wadauuuhh….!!!
Maman :kenapa tong…?
Gontong :kelelawar itu berak sembarangan….kena kepalaku deh….
Maman :ha….ha…ha….
Gontong :kamu kok tertawa man…?gak setia kawan lho…..
Maman :bukannya gitu tong…,aku Cuma lagi bayangin, andai tuhan memberikan
:keistimewaan gajah untuk terbang dan berak sembarangan,pasti kamu sudah
:tenggelam kena berak gajah….
Gontong :@@#$$#@!!!!!!***???,,,,

 
Copyright © 2022 ISBAH KHOLILI. Designed by MikiAlQudsy