Jumat, 12 April 2024
Eid 1445 H
Sabtu, 02 Maret 2024
Malam Sholawat Simfoni Menjemput Romadlon 1445 H bersama Arridwan Almarashli Ensemble
By : Ibuk Elin
Waktu pertama kali dikabari pak Isbah Kholili seminggu sebelumnya, ibuk udah upyek briefing Yahya Balya untuk ambil kesempatan bisa duet bareng Almarashli. Qomarun, Assalamualaik, Ya Nabi, ya sholawatan2 yg sekiranya Yahya Balya bisa.
Rabu, 14 Februari 2024
SDN 1 PADURENAN
Selasa, 20 Desember 2022
Haul Mbah Muhammad Asnawi
Selasa, 15 Maret 2022
Peci Grup Rebana Al Mudarrisun
Sabtu, 05 Maret 2022
Peci Eskimo
Jumat, 04 Maret 2022
Rest Area Pendopo KM 456
Minggu, 27 Februari 2022
Live, Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam
Rabu, 23 Februari 2022
Rabu Kliwon
Lalaran Alfiyyah Santri Qudsiyyah Putri Tahun 2017
Selasa, 22 Februari 2022
Kumpulan Bani Arif
Minggu, 09 Januari 2022
Nyuci Tepak
Diantara aktivitas harian santri Qudsiyyah Putri adalah nyuci tepak. Mungkin tepak adalah singkatan dari tempat pakanan, namun apapun itu namanya kalau tidak dicuci dan dikumpulkan tepat waktu maka santri bisa-bisa tidak dapat jatah makan. Sejak awal mengelola ponpes Qudsiyyah Putri, saya sudah mengganti sistem makan santri sampai tiga kali. Setiap sistem saya evaluasi dengan tujuan santri bisa makan tepat waktu dan yang paling penting adalah semua santri mendapatkan jatah makan tanpa terkecuali.
Ketika awal-awal tahun pertama dengan santri yang hanya berkisar 60 an, santri-santi bawa piring sendiri-sendiri ke dapur dan mengambil nasi sesuai kebutuhan masing-masing. Satu dua bulan berjalan dengan baik, namun lambat laun mulai ada keluhan lauknya kurang. Su'uddzon saya, lauknya digondol oleh tikus-tikus yang memang juga butuh makan. Akhirnya sistem ini kami evaluasi. Santri tetap membawa piring tapi ada santri yang piket untuk mengambilkan jatah nasi dan lauknya.
Sistem kedua itu berjalan sampai tahun angkatan kedua. Setelah santri agak banyak, sekitar 200 santri, maka santri yang piket mulai kewalahan. Akhirnya saya merubah dengan menambah tenaga dapur, dengan tujuan tenaga dapur lah yang mengambilkan jatah makan, tidak lagi melibatkan santri. Disini muncul kendala lagi, tenaga dapur yang sedikit tidak bisa mengakomodir jumlah santri yang begitu banyak, akhirnya antrian mengular seperti antri sembako.
Sistem ketiga pun saya jalankan, setelah study banding ke pondok-pondok lain dan adanya masukan dari wali santri. Sistem ini saya kira yang paling efektif untuk mengurai masalah sosial di ponpes yang kami kelola yaitu pembagian makan tepat waktu. Ya, TEPAK menjadi solusi yang tepat sampai saat ini. Jadi setiap santri kami belikan tepak makan, lalu tepak harus dimasukkan ke box besar masing-masing kamar. Mereka harus mencuci tepak itu setelah makan dan menaruhnya kembali ke dalam box. Box ini lalu ditaruh di dekat dapur untuk selanjutnya akan diisi oleh tenaga masak. Saat ini ada 600 an santri, dengan tenaga masak 12 orang. Masak sehari tiga kali, jadi per shift ada empat tenaga masak.
Dari mencuci tepak itu, santri mendapatkan pengalaman berharga bahwa hidup di pondok itu tidaklah mudah, butuh perjuangan dan kerja keras agar bisa mendapat ilmu yang bermanfaat. Nyuci tepak tepat waktu juga mengajarkan kepada mereka untuk disiplin dan bertanggung jawab. Selamat mencuci tepak!!!
Sabtu, 01 Januari 2022
Perbedaan Kyai Jawa Tengah dan Jawa Timur
Kemarin istri saya buat status terkait bercandanya para lelaki, kenapa mesti seputar wayoh, poligami, dst. Ya mungkin istri saya kesal dengan komen-komen bercanda itu. Orang-orang yang komen juga itu-itu aja. Sebagai suami yang sayang istri, saya patut untuk membela. Ini bukan masalah berani atau tidak, bukan masalah takut istri atau tidak, dan bukan masalah halalnya poligami atau tidak. Tapi ini adalah tentang cinta dan kasih sayang.
Sayyid Al Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman al-Jufri pernah ditanya seorang reporter perempuan tentang poligami, beliau menjawab sebenarnya saya adalah orang yang tidak anti poligami dan saya juga pelaku poligami, namun demi Allah seandainya saya tau poligami seperti ini (sulitnya menjaga keadilan), saya tidak akan berpoligami.
Sebenarnya, laki-laki yang banyak berbicara tentang poligami itu mayoritas tidak berani melakukannya. Ibarat rusa yang bercanda di depan kawan-kawannya kalau dia berani berlari di depan Singa, tapi kenyataannya dia tidak pernah melakukannya. Lalu apa arti judul di atas. Jadi ada beberapa kyai di Jawa Timur yang melakukan poligami namun sangat jarang terjadi di Jawa Tengah. Ada perbedaan pandangan masyarakat antara Jawa Timur dan Jawa Tengah. Coro wong Jawa Timur, Kyai koq bojone siji. "Kyai opo iku". Tapi ning Jawa Tengah, ono kyai koq bojone punjul songko siji malah dipaido masyarakat. "Kyai koq gragas" 😂😂😂
Jumat, 31 Desember 2021
Libur Tanggal 1 Januari
Tanggal 1 Januari ditetapkan pemerintah sebagai hari libur nasional dan cuti bersama melalui SKB 3 menteri. Dulu di Qudsiyyah, Sosok KH. Yahya Arif merupakan masyayikh yang menentang madrasah diliburkan pada tanggal 1 Januari. Beliau memang dikenal sebagai kyai yang tegas dan cukup disegani oleh guru-guru yang lain. Mayoritas guru, terutama guru-guru muda menghendaki agar tanggal 1 Januari libur sebagaimana ketetapan pemerintah, namun mereka tidak berani mengutarakannya kepada Mbah Ya, pangilan akrab beliau.
Tanggal 1 Januari memang dikenal dengan libur pergantian tahun baru. Mungkin hal inilah yang mendasari beliau agar Qudsiyyah tetap masuk dan tidak diliburkan. Akhirnya Al Walid (KH. Fathur Rahman), selaku kepala Aliyah waktu itu berinisiatif bahwa libur tanggal 1 Januari bukanlah libur dalam rangka pergantian tahun baru tapi masuk dalam rangkaian libur akhir semester 1. Jadi awal masuk semester 2 adalah tanggal 2 Januari. Dari inisiatif inilah semua menjadi legowo dan menjadi tradisi Qudsiyyah sampai sekarang.
Kamis, 25 November 2021
Sang Murobbi
Tiga bersaudara inilah yang menjadi inspirasi dalam kehidupan saya. Beliau-beliau ini yang saya anggap sebagai murobbi dalam perjalanan mengarungi bahtera hidup dan berumah tangga. Yang pertama adalah Alwalid KH. Fathur Rahman. Dari beliau saya banyak belajar tentang arti kedisiplinan, arti pentingnya berorganisasi, dan bagaimana memanage sebuah lembaga pendidikan. Dari beliau juga saya banyak belajar bagaimana menjadi orang yang lembah manah, tidak kaku dan tidak gambleh dalam menghadapi suatu masalah. Yang kedua adalah KH. Muslihuddin. Dari beliau saya banyak belajar tentang arti kesabaran. Sabar dalam mendidik anak-anak sendiri maupun anak-anak yang dititipkan. Bangun sebelum subuh (walaupun belum bisa istiqomah tahajjud), mengajari ngaji anak-anak sendiri, menyuapi, memandikan, dan aktivitas rumah lainnya yang jarang dikerjakan oleh seorang laki-laki. Saya melihat sendiri beliau adalah orang yang tidak bisa nganggur. Mulai jam 03.00 sudah ke masjid untuk tarkhim dan jamaah subuh. Setelah itu mendidik anak-anaknya sendiri, lalu mengaji dengan santri-santri. Dan yang ketiga adalah KH. Ahmad Asnawi. Dari beliau saya banyak belajar pentingnya mengaji dan kesabaran dalam menuntut ilmu. Kekurangan fisik yang beliau miliki tidak menyurutkan tekad beliau dalam mencari ilmu. Dulu kalau posonan, lek Asnawi sering diantar oleh simbah Kaji Muhammad Asnawi, karena memang keterbatasan fisik beliau. Memang lek Asnawi ini adalah anak kesayangan simbah saya. Mungkin karena keterbatasan fisik yang dimiliki sehingga simbah saya banyak menaruh kasih sayang pada beliau. لولا المربي ما عرفت ربي #Selamathariguru2021
Jumat, 22 Oktober 2021
Surat Cinta Untuk Baginda Nabi Tercinta dari Umatmu Yang Penuh Dosa
Wahai Nabi…
Masih pantaskah kami mengharap
syafaatmu
Sementara selalu kami elakkan
dawuh-dawuhmu
Tak pernah kami jalankan sunnahmu
Dan sering kami abai akan perintahmu
Wahai Nabi…
Masih pantaskah kami mengharap telaga
kautsar
Sementara kecongkakan masih selalu
menggelegar
Sholat kami masih sering pudar
Di sepertiga malam pun kami masih
selalu tepar
Wahai Nabi…
Masih pantaskah kami mendapat kasih
sayang
Sementara rasa mengasihi kami masih
hilang
Pada hawa nafsu tak pernah menang
Pada orang tua tak hormat dan pada yang
kecil tak sayang
Wahai Nabi…
Masih pantaskah kami meminta rahmat
Sementara untuk bershodakoh pelitlah
amat
Membaca Qur’an terasa penat
Dan dari dosa tak kunjung bertaubat
Namun..kami yakin Ya Rosulallah…
Engkau diutus sebagai Rohmatan Lil
Alaamiin
وما ارسلناك الا رحمة للعالمين
Engkau adalah Rouf dan Rokhim
لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ
حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
Engkau adalah Nabi yang mendapat
perintah dari Allah
يا مُحَمَّد، ارْفعْ رأسك، وقُلْ: يُسْمَعْ لك، وسَلْ تُعْطَهْ،
واشْفَعْ تُشَفَّعْ
Wahai Muhammad..Angkatlah kepalamu..
Berkatalah, maka didengar ucapanmu...
dan mintalah maka Engkau akan diberi..
dan mintalah syafaat, maka diterima syafaatmu
Lalu Engkau pun menjawab
رَبِّ، أُمَّتي أُمَّتي Wahai Tuhanku…Ummatku
Ummatku
Maka terimalah kami sebagai ummatmu
Ya Nabi...Salam Alaika
Ya Rosul…Salam…Salam Alaika
Yaaa Habib… Salam Alaika
Sholawatullah…Alaika
Ya Rosulallah terimalah surat cinta dari kami
Selasa, 21 September 2021
Senin, 13 Agustus 2018
MASALAH SOSIAL
Kamis, 23 April 2009
PUISI
BISIKAN ANGIN
Jangan lupa…
Jangan berlebihan…
Kita semua sama…
Saling membutuhkan…
Entah Mengapa…
Kadang kala kita tak sadar
Antara kebaikan dan jasa
Rela persembahkan untuk kita
Bisikan angin
Mengalunkan pujian untuk menghargai
Apa yang mereka beri
Dan berterima kasih
Bisikan angina
Menyampaikan untukmu
Yang tak kenal lelah
Untuk berbuat kebaikan
Bisikan angina
Membuat menjadi mengerti







.jpg)









