Sabtu, 13 April 2024
IKAQ (Putri)
Rabu, 13 September 2023
BLKK Ponpes Qudsiyyah Putri
Rabu, 23 November 2022
Rombongan Khos Darul Qur'an PP Al Anwar 2 datang ke Qudsiyyah Putri.
Kamis, 17 Maret 2022
Mapel Falak di Qudsiyyah Putri
Mungkin Belum Rizkinya Di Qudsiyyah Putri
Jumat, 11 Maret 2022
Diklat Keprotokolan
Selasa, 08 Maret 2022
Tes Seleksi Qudsiyyah Putri Resmi Ditutup
Kamis, 24 Februari 2022
Vaksin ketiga (Booster) Guru dan Karyawan Qudsiyyah Putri
Kamis, 27 Januari 2022
Haul KHR. Asnawi (3)
Madrasah Qudsiyyah adalah salah satu madrasah tertua yang didirikan oleh KHR. Asnawi. Qudsiyyah didirikan pada tahun 1919 M, yang berarti bahwa beliau lebih dahulu mendirikan madrasah sebagai majlis untuk menyebarkan ilmu daripada mendirikan pondok pesantren. Ponpes Roudlotut Tholibin sendiri didirikan oleh KHR. Asnawi pada tahun 1927 M, atau 8 tahun setelah berdirinya madrasah Qudsiyyah.
Rabu kemarin, 26 Januari 2022 madrasah Qudsiyyah mengadakan peringatan haul muassis dengan rangkaian khotmil qur'an yang diadakan di masing-masing tingkatan. Mulai dari Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah, baik putra maupun putri. Semua serentak mengadakan khotmil qur'an mulai pukul 08.00 WIB. Di Qudsiyyah Putri sendiri, khotmil qur'an berakhir sekitar pukul 09.30. Setelah itu agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam KHR. Asnawi di komplek makam Kangjeng Sunan Kudus.
Santri-santri putri sangat senang jika ada agenda ziarah terutama santri pondok yang notabene jarang bisa keluar dari area ponpes. Walaupun naik truck dengan full AC, semua santri kelihatan bahagia dan bersemangat. Karena banyaknya santri dan waktu yang sudah agak siang, maka santri dibagi menjadi dua, ada yang di area makam mbah Sunan Kudus dan ada yang di area makam KHR. Asnawi. Setelah selesai ziarah, santri-santri segera kembali ke madrasah untuk makan siang. Siang itu sudah disiapkan makan kepungan atau nampanan sebagai ciri khas santri. Agenda haul muassis adalah agenda tahunan. Tahun ini merupakan haul yang ke 64. KHR. Asnawi wafat pada tanggal 25 Jumadal Akhiroh 1379 Hijriyyah yang bertepatan dengan 26 Desember 1959 Miladiyyah. Semoga santri-santri qudsiyyah baik putra maupun putri senantiasa mendapat keberkahan dari muassisnya. Amiiin.
Selasa, 25 Januari 2022
Cheking Akhir Persiapan Haul KHR. Asnawi
Selasa malam kemarin panitia mituhu muassis mengadakan rapat cheking akhir karena waktu pelaksanaan haul tinggal sehari lagi. Haul Muassis yang menjadi agenda tahunan IKAQ itu akan dilaksanakan besok malam kamis pon, 24 Jumadal akhiroh 1443 H. Haul Muassis diadakan di kompleks makam Kangjeng Sunan Kudus karena makam Mbah Raden Asnawi ada di sana.
Selama dua tahun kemarin cuaca tidak begitu mendukung karena terjadi hujan walaupun dengan intensitas yang tidak begitu besar. Ketika hujan pasti semua orang menyalahkan, piye tah iki dipawangi opo ora? Gerutu sebagian orang. Bagi saya ketika haul seorang ulama' koq hujan itu menunjukkan kebesaran ulama' tersebut. Hujan adalah rahmat Allah, ketika ada haul seorang ulama' atau wali Allah maka Allah akan menurunkan rahmatnya. Seberapa hebat pawang itu, kalau jatahe hujan ya hujan.
Dalam rapat cheking malam itu semua seksi melaporkan kesiapannya masing-masing, mulai dari acara, perlengkapan, seksi khotimin, akomodasi, dan sebagainya. Sebelum acara rapat koordinasi, tak lupa untuk membaca do'a rosul dan selametan bubur abang putih terlebih dahulu. Ini adalah tradisi setiap mau ada event agar selama acara berlangsung diberi kelancaran. Malam itu saya yang ditunjuk untuk membaca do'a rosul.
Haul muassis tahun ini adalah acara yang digelar sesuai prokes untuk kedua kalinya. Ya, karena masih dianggap musim pandemi, maka kami harus mengikuti arahan dari satgas Covid kabupaten Kudus. Memakai masker, jaga jarak, dan sudah vaksin adalah beberapa protap pencegahan Covid 19 yang diharapkan oleh satgas Covid kab. Kudus bisa terpenuhi. Semua ini dilakukan demi kebaikan bersama. Semoga acara haul muassis besok malam bisa berjalan dengan lancar.
Minggu, 23 Januari 2022
MA Qudsiyyah Putri Menerima Santri dari Luar
Dua tahun kemarin yaitu tahun ajaran 2020-2021 dan 2021-2022, MA Qudsiyyah Putri hanya menerima lulusan dari MTs Qudsiyyah Putri saja. Hal ini dilakukan dengan alasan kurang tersedianya ruang kelas untuk menampung santri putri. Tahun pertama, MA Qudsiyyah Putri hanya menerima sekitar 66 santri dari sekitar 84 santri yang lulus dari MTs nya. Lalu di tahun kedua menerima sekitar 100 santri dari 220 santri yang lulus. Sebenarnya sudah banyak yang menanyakan apakah MA Qudsiyyah Putri menerima santri dari luar. Namun dari pengurus Yayasan memutuskan untuk tidak menerima dulu santri dari luar karena keterbatasan ruangan.
Awal januari kemarin saya sowan pengurus Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Menara Kudus, bapak KH. Em Nadjib Hassan. Sowan saya itu bermaksud menanyakan apakah tahun ini MA Qudsiyyah Putri menerima santri dari luar apa tidak? Karena sudah banyak yang menanyakan, khususnya guru dan alumni sendiri. Pak Nadjib pun bertanya dulu sebelum memberi keputusan. Kiro-kiro sing pindah ono pirang kelas tahun iki?, tanya beliau. Menurut saya gih paling hanya satu kelas pak, jawabku. Yo wis buka sak kelas wae, tapi dengan kualifikasi yang sesuai dengan alumni MTs sini, lanjut beliau.
Sejurus kemudian, saya pun menanyakan. Untuk hafalane pripun gih pak? Yo ojo dipadakke, sak ngisore sitik, kiro-kiro entuk piro cah kene? tanya beliau. Untuk tahfidz gih rata-rata juz empat ke atas, kalau alfiyyah 300 sampai 500 bait, jawab saya. Yo wis sing tahfidz 3 juz, sing alfiyyah 300 bait, tegas beliau.
Akhirnya MA Qudsiyyah Putri diputuskan menerima santri dari luar dengan kualifikasi sebagaimana di atas. Semoga ada cukup waktu untuk persiapan.
Monggo brosur Qudsiyyah Putri.
Senin, 03 Januari 2022
Workshop MA Qudsiyyah Kudus
Tanggal 2 dan 3 Januari 2022 tepatnya hari Ahad dan Senin, MA Qudsiyyah mengadakan Workshop tentang kurikulum dan pengembangan perangkat pembelajaran. Saya mengikuti acara tersebut selama dua hari. Sebenarnya saya mengajar di MA Qudsiyyah Putri, tapi berhubung MA Qudsiyyah Putri baru proses ijin operasional jadi masih menginduk dengan MA Qudsiyyah (putra). Kegiatan tersebut berlangsung di suatu Villa, entah apa namanya, tapi dalam surat undangan ditulis namanya Villa Kaligrafi. Lokasi Villa itu ada di pertigaan sebelum Pijar Park, masuk ke kanan kira-kira 500 meter.
Saya dulu pernah mengajar di MA Qudsiyyah (putra) antara tahun ajaran 2013/2014 sd 2016/2017. Setelah ada MTs Qudsiyyah Putri yang diresmikan bulan Juli 2017, akhirnya saya diminta fokus untuk mengajar di putri saja.
Dalam Workshop yang berlangsung dua hari itu, saya seperti bernostalgia dengan guru-guru saya, karena banyak guru senior yang juga mengikuti acara tersebut. Walaupun sudah pada sepuh, tapi antusias beliau-beliau patut diacungi jempol lima 👍👍👍👍👍😁. Diantara yang ikut sebut saja, pak Noor Kholis, Mbah Dardi, pak Hilal, pak Hanafi, Pak TB, pak Gus Hana, pak Nafis, pak Fauzul, pak Amin Wildan, pak Chasin, siapa lagi ya, mungkin ada yang lupa. Ada juga guru dari luar (guru bantu) yang ikut khidmah di MA Qudsiyyah, yaitu pak Joko dan pak Supri. Sementara pak Ali Yahya selaku kepala madrasah, juga termasuk guru senior tapi tidak sempat mengajar saya.
Sedang yang lain, saya anggap sebagai guru-guru muda ada kang mafik waka kesiswaan (senior saya di Qudsiyyah dan Sarang), Najib (senior saya 3 tahun di Qudsiyyah, tapi jadi teman seangkatan saya waktu di Sarang), Ahla (cucu mbah Sya'roni), Zidny Ielma (guru BK), Ahmad Maimun (putra Yi Syaiun ndorenan), Abdul Khalim waka kurikulum (tonggo ndorenan), dan TU-TU (Tukang Utak Utuk), tenaga muda yang sangat handal seperti gus gandrung Mifrohul Hana Chamami , Khoiri Noor , kang Hasan Ruskandar, dan guru-guru baru yang saya kurang begitu kenal.
Workshop itu juga diikuti oleh guru-guru putri yang berjumlah 12 orang. Untuk nama-namanya tidak perlu saya sebut karena fb saya selalu dipantau oleh istri saya 😂.
Semoga dari workshop tersebut bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menjadikan MA Qudsiyyah semakin berkembang. Amiin.










