BREAKING NEWS

The Power Of Santri

Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Mei 2024

Alfiyyah Ibnu Malik




Alfiyyah..itulah nama nadhom fenomenal yang harus dihafal santri untuk memudahkan dalam memahami kaidah-kaidah nahwu. Setiap pesantren takhasus kitab pasti punya kurikulum kitab tersebut dan bahkan terkadang mewajibkan santrinya untuk menghafal.

Di Ponpes Qudsiyyah Putri , hafalan Alfiyyah juga menjadi syarat untuk kenaikan kelas selanjutnya.
Sebenarnya menghafal Alfiyyah itu mudah-mudah sulit, coro jowone gampang-gampang angel. Si Ipah mungkin beranggapan bahwa itu hal yang mudah, apalagi kalau santri tersebut santri yang polos ora neko-neko. Uripe ning pondok hanya ngaji, jamaah, ngapalke, taat aturan, manut guru pasti mudah untuk menghafalnya. Ibarate space otaknya masih kosong sehingga bisa diisi memori atau file sebanyak mungkin.
Namun bagi Siti yang rodo mbulet bocahe, ning omah dolalane hp wae sampai pondok yang dipikirannya adalah DM IG, Live tiktok, apalagi kalau sudah kenal garangan eh lanangan pasti merasa sulit untuk menghafal. Space otaknya mungkin hanya tinggal beberapa MB lagi seperti akun google Drive saya 😁. Mungkin cara untuk memulai hafalan adalah menghapus file-file besar yang ada di otak itu sehingga pikiran bisa fokus dan melupakan kenangan hpnya.
Alhamdulillah program yang kami bangun di ponpes ini mulai kelihatan hasilnya. Menurut saya, hasil ini bukan dari unsur pondok semata, namun juga kerjasama dengan madrasah untuk menyamakan persepsi dan program yang kita bangun. Di sini ada kelas unggulan kitab sehingga ada tambahan jam khusus untuk murojaah hafalan tiap hari. Semoga santri-santri yang telah menyelesaikan hafalan Alfiyyah senantiasa terjaga hafalannya dan dimudahkan dalam memahami kandungan bait-baitnya. Amiin

Rabu, 11 Oktober 2023

Antara Bullying dan Mental Kuat

 



Akhir-akhir ini marak berita tentang bullying di sekolah-sekolah. Jare guru bahasa Indonesia, Bullying merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain, dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.
Saya sendiri sering mendapat aduan dari wali santri terkait bullying yang dialami putrinya. Ada yang lewat telpon, chatt via WA, atau menemui saya langsung. Rata-rata korban yang kena bullying adalah anak-anak yang tipe pendiam, kurang bisa bergaul dengan teman, atau kalau dalam bahasa jawa disebut "cilek aten"
Biasanya anak yang lapor dibully saya tanya, "kamu dibully satu kamar atau beberapa anak saja?". Kalau dibully satu kamar biasanya orang itu yang salah, bisa karena ahlaknya yang kurang baik, menang-menangan di kamar, tidak mau piket, atau merasa paling kuat. Tapi kalau dibully beberapa anak saja, ini yang perlu diselidiki. Bisa saja dia yang salah atau memang teman-temannya yang salah.
Di ponpes Qudsiyyah Putri sendiri, kami punya 3 guru BK. Tiap lantai saya tempatkan satu guru BK untuk menangani masalah santri. Biasanya kalau ada laporan dari wali santri langsung saya lempar ke BK biar ditangani atau dicroscek terlebih dahulu. Nanti BK akan laporan ke saya terkait hasilnya. Kalau BK sudah tidak mampu menyelesaikan masalah santri, baru saya yang turun tangan.
Saya sendiri menilai kalau bullying itu sangat relatif. Mungkin bagi si A, ini tidak masuk bullying karena mentalnya yang kuat, jadi diusili atau disindir temannya setiap hari sudah dianggap hal biasa dan menjadi menu sarapan. Namun bagi beberapa anak yang dalam tanda kutip "cilik aten" tadi, hal sepele pun dia anggap sebagai pembullyan sehingga dia mengadu ke orang tuanya bahwa dia dibully teman-temannya.
Kalau dulu, pas saya mondok setiap ada santri baru pasti digarap dulu sama anak-anak lama. Kalau dia kuat mentalnya pasti akan bertahan di pondok, tapi kalau tidak kuat ya sebulan bahkan seminggu sudah minta boyong. Apakah saya pernah dibully? Ora trimo dibully, pernah diudani ambi cah-cah kamar. 🤪

Sabtu, 12 Agustus 2023

Pasukan Kiriman Allah




Entah kebetulan atau tidak, sebulan ini ada empat orang yang silaturrahim ke saya dan orangnya sama persis dengan setahun lalu yang juga menemui saya. 

Yang pertama ada habib dari Malang, sudah sepuh dengan tutur kata yang halus. Datang hanya bertujuan untuk silaturrahim dan menyambungkan sanad keilmuan orang-orang yang dikenal. Tidak ada tujuan sedikit pun untuk menjual barang atau sekedar meminta-meminta. Habib ini hampir kenal semua kiai-kiai di Jawa dengan sanad keilmuannya. Kiai ini dulu mondoknya di sini, kiai ini mondok disini, gus ini mondok di sini, begitu seterusnya. Wajah teduh dan sepuhnya menjadikan setiap orang akan nyaman jika ngobrol dengan beliau. Jagong sejam pun tak terasa karena banyaknya orang yang beliau kenal. Di akhir silaturrahim beliau pun pamitan, sebelum pamitan, beliau saya minta untuk berdo'a. Sebelum pulang, saya pun ke kamar untuk mengambil amplop yang mau saya haturkan pada beliau. Saya murni ikhlas dan merasa amplop itu tidak ada nilainya jika dibanding dengan do'a beliau. Kira-kira setahun yang lalu beliau juga datang dengan latar dan tujuan yang sama. 

Yang kedua, sekitar beberapa minggu kemudian ada habib dari Jepara. Jujur saja, ketika pertama bertemu, hati ini rasanya sudah gak karuan. Ini pasti seperti tahun kemarin, batin saya. Dan ternyata benar, habib ini membawa barang agar dijualkan ke santri-santri. Saya bingung, mau menolak gak enak, saya terima memberatkan santri-santri. Tahun ini dapat santri berapa gus? tanyanya. 200 bib, jawab saya. Nanti saya kasih 200 ya, insya Allah berkah. Gih monggo bib, jawab saya dengan pasrah. Akhirnya uang 4 juta pun aku kasihkan, saya niati bantu cucu Rasulullah. Persis kira-kira setahun yang lalu juga kejadiannya sama, hanya saja setahun yang lalu dikasih 100 saja. 

Kira-kira beberapa hari kemudian, di waktu sore hari, ada tamu yang datang. Yik Umar gus, seloroh beliau. Oh monggo yik pinarak, jawab saya. Yik Umar ini alumni Sarang, jadi sama-sama santrinya Mbah Maimoen. Dulu beliau diminta pak lek saya (lek Asnawi) agar ke rumah saya di ponpes Qudsiyyah Putri. Akhirnya beliau pun bertemu saya di sini. Ngobrol kami lebih ke seputar pondok sarang dan alumni-alumni yang kami kenal. Yik Umar ini humbel orangnya, jadi enak diajak ngobrol. Sebelum pamitan, beliau menawarkan parfum. Minyak gus, kagem njenengan. Pinten niki yik, tanya saya. Mpun sak kersane njenengan, jawabnya. Saya pun masuk kamar dan mengasihkan selembar uang. Niki yik kagem tumbas bensin, tutur saya. Doakan yik semoga berkah hidup saya. Setahun yang lalu pun kejadian hampir sama persis. 

Dan yang keempat, dua hari berselang, jumu'ah pagi ketika saya baru momong anak kelima saya, tiba-tiba ada bapak-bapak yang mengucap salam. Ketika saya jawab dan melihat orangnya, saya langsung ingat orang itu, walaupun lupa namanya. Monggo pak, ting kantor mawon mangkih kulo tak mriko. Wis ning kene wae, jawab beliau. Beliau ini adalah alumni Qudsiyyah angkatannya pak Naf'an, namun hanya sampi MI saja. Setelah itu beliau melanjutkan mondok di Sarang. Begitu masuk rumah beliau langsung membuka tas, dan mengeluarkan beberapa kitab. Iki lho nawani kitab, katanya. Saya pun membuka-buka beberapa kitab yang dibawanya. Batinku, aku ki wong males mutholaah koq ditawani kitab wae. Akhirnya kami pun ngobrol-ngobrol tentang qudsiyyah dan perkembangannya, alumni-alumni sarang yang kami kenal, dan beberapa kiai yang saya tanyakan. Ketika mau pamitan, saya pun diingatkan lagi. Endi kitab sing mpuk jupuk, selorohnya. Sing loro niki mpun gadhah pak, mpun sing niki mawon, jawab saya. Saya pun mengambilkan uang beberapa lembar untuk membayarnya. Saya terpaksa membelinya karena setahun yang lalu dengan agak terpaksa saya tidak membeli kitab yang beliau tawarkan. Ya Allah, saya niati semua ini untuk membantu sesama, jika Engkau berkenan mohon kabulkan hajat saya karena sesungguhnya saya juga orang yang masih kurang seperti mereka.

Senin, 24 Juli 2023

Suwuk Doktor Dari Mesir

 



Tadi malam ada peringatan haul simbah Maimoen Zubair yang keempat di rumah gebyok H. Nusron Wahid Mejobo. Sebenarnya majlis ini adalah rutinan yang dilaksanakan selapan sekali, namun karena bertepatan dengan haul mbah Mun maka acara selapanan ini terasa spesial. Acara ini dihadiri beberapa habaib kudus dan putra mbah Maimoen yaitu Gus Ghofur dan Gus Taj Yasin. Majlis itu dimulai tepat ba'dal maghrib. Sebenarnya saya agak ragu, apa bisa acara itu dimulai tepat waktu sebagaimana jadwal dalam undangan. Ternyata setelah sampai lokasi memang acara sudah dimulai. Bahkan gus Ghofur sendiri juga tidak percaya kalau acara itu bisa tepat waktu karena tradisi NU memang tidak seperti itu. 😅
Sebelum ngaji kitab bersama gus Ghofur, acara didahului dengan pembacaan tahlil, yasin fadhilah, dan maulid simtut duror karya habib Ali Alhabsy. Setelah itu sambutan shohibul majlis, mas Nusron Wahid. Mas Nusron banyak menyampaikan tentang hubungan sanad antara habaib dan ulama'. Ini menunjukkan kalau mas Nusron memang seorang muhibbin.
Malam itu ada tiga mauidhoh yang disampaikan. Pertama oleh habib Ali Utsman Ba'agil, beliau banyak menyampaikan tentang pentingnya majlis ilmu. Yang kedua oleh Gus Taj Yasin Maimoen , beliau menyampaikan tentang karomah-karomah mbah Maimoen dan menyinggung tentang utuhnya jasad mbah Maimoen ketika makam Ma'la dibongkar. Ketiga adalah ngaji kitab Tarojim oleh Babah Abdul Ghofur Maimoen , beliau membaca sebagian isi kitab karangan mbah Maimoen yang sudah dikarang sebelum tahun 90-an. Kitab itu menjelaskan tentang perkembangan islam di Nusantara khusunya Jawa dan beberapa biografi masyayikh Sarang.
Setelah selesai ngaji, ada ramah tamah di rumahnya mas Nusron. Saya sengaja mendekat ke gus Ghofur biar bisa minta air doa ke beliau. Setelah tamu banyak yang pulang saya pun matur pada beliau minta doa untuk anak-anak saya. Seketika itu mas Nusron yang disamping gus Ghofur nyeletuk "Doktor adoh-adoh teko Mesir koq trimo mbok jaluki suwuk" gus Ghofur yang mendengar pun tertawa sambil tetap nyuwuk air yang saya sodorkan. "Mboten nopo-nopo mas" jawab saya singkat.

Kamis, 29 Juni 2023

Anak Kelima

 



Alhamdulillahi ala tamaami ni'amihi wafadhlih.
Banyak teman-teman yang nanya, koq iso gawe anak selang seling lanang wedok. Saya pun hanya menjawab, angger dienggokno ngiwo nengen ngiwo nengen. 🤗
Anak lahir dengan kelamin laki-laki atau perempuan itu sudah takdir Allah. Yang penting kita jangan terbawa tradisi jahiliyyah :
واذا بشر احدهم بالانثى ظل وجهه مسودا وهو كظيم
Diberi anak laki-laki atau perempuan, kita harus bersyukur. Wajah kita harus bergembira atas lahirnya anak kita dengan selamat. Walaupun anak-anak kita perempuan, kita harus bangga. Mengko lih entuk mantu lanang-lanang kama qoola Mbah Ma'ruf Irsyad.
Anak-anak sengaja kami kasih nama-nama para nabi dan sholihin dengan harapan ngalap berkah pada beliau-beliau. Untuk laki-laki kami kasih nama Muhammad lalu Ahmad secara bergantian. Anak pertama saya kasih nama Muhammad Yahya Kholili, Yahya adalah buyut dari ibunya sedangkan kholili adalah buyut dari ayahnya. Dan Yahya sendiri adalah salah satu nabiyullah. Anak kedua, istri saya yang memberi nama Maryam Naqiyya. Awalnya mau sy beri nama Naqiyya Nadhiefa tapi istri saya usul maryam, jadilah Maryam Naqiyya. Anak ketiga Ahmad Hasan Balya, karena saya pernah nadzar jika diberi anak laki-laki saya akan beri nama seperti namanya bang Ahmad Hasan Alkaff lalu belakangnya saya tambahi Balya. Anak keempat saya tafa'ulan dengan waliyullah Robi'ah Adawiyyah, ndelalah sama-sama anak keempat. Lalu anak kelima berarti depannya Muhammad lagi, Muhammad Ashif Barkhiya (salah satu orang kepercayaan nabi Sulaiman yang bisa memindahkan singgasana ratu Bilqis dalam sekejap mata).
اللهم بارك لنا في ذريتنا وارزقنا برهم وتقواهم امين

Senin, 26 Juni 2023

Officially Mom of five



By : Ibuk Elin

Mau nulis apa ya… tentang perasaan, kapok ya kapok, seneng ya seneng. Alhamdulillah…
Jadi sejak dalam kandungan, aku selalu berharap, bayi ini lahir setelah bapak benar2 libur. Mbak2 sudah pulang, dan segala workshop diselesaikan.
Mbayangke juga, nanti lahirannya tengah malam pas anak2 tidur, jadi ga perlu drama gimana ninggal mereka ke bidan.
Alhamdulillah, malam tadi masih tidur bersama anak2 seperti biasa. Setengah 12 malam, nglilir, pipis. Setelah itu mulai terasa kontraksi. Pikirku, nanti lah tahan aja dulu di rumah. Eh kok tambah rempet tambah rempet kontraksi nya. Akhirnya jam 1 malam bangunin pak Isbah Kholili, dipijeti, diisik2, dan setengah 2 memutuskan ke bu bidan.
Ting tong ting tong, agak ewuh aslinya, tengah malam gitu. Untung mbak nya sigap, dicek bukaan 3.
Pasti di tengah kontraksi tuh ada rasa, udaaah mandeeeg, pengen ilang rasane… tapi trus eling lagi, bahwa itu sinyal bayi akan segera bertemu dg kita. Jadilah, lanjuuut, sg kuat Nang, berjuang sm ibuk…
Di sela kontraksi masih sempet pipis & pup. Eh dicek lagi bukaan 8. Dah mapan siap bersalin.
Dipandu bu bidan, diisik2 mbak bidan, gedolan tangan suami, sambil miring kiri.
Begitu udah kenceng banget, rebahan, pikirku bakal ngeden berkali2. Eh kok rasanya jalan lahir udah panas, seolah si bayi berkata “permisi ibuk, aku mau lewat.” dan sekali ngeden langsung lahir.
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah… Betapa luas kasih sayang Gusti Allah…
Jam 2.45 lahir bayi laki2 dg berat 3,2 kg yang oleh bapaknya diberi nama
Muhammad Ashif Barkhiya
Tabarrukan kepada seorang sholih kepercayaan Nabi Sulaiman yang menghadirkan singgasana Ratu Balqis.
Mohon doa pangestunipun 🙏🙏🙏

Senin, 09 Januari 2023

Belajar dari Ning Khilma

 


By : Ibuk Elin
Awal kami khidmah di Qudsiyyah Putri, pak Isbah Kholili berinsiatif untuk memfasilitasi mbak2 santri dg kegiatan jurnalistik dibantu teman2 IKAQ, salah satunya mas Yaya, yg kemudian memperkenalkan kami dg karya berjudul "Wigati". Dari situlah kami mulai mengenal Ning Khilma Anis, follow FB nya, mengikuti tulisan-tulisan keseharian, hingga menjadi penikmat tulisan terbaru berjudul "Hati Suhita".
Berjalannya waktu, Suhita semakin dicintai banyak kalangan. Diskusi, bedah buku, seminar, diselenggarakan di berbagai tempat. Sebagai follower, pasti ada lah keinginan untuk bisa berjumpa langsung dg beliau.
Bulan kemarin, sempat suatu hari, aku naik motor tepat di belakang mobil Suhita, dan berhenti cukup lama di lampu merah. Pengen banget lompat dr motor, trus menyapa dr kaca jendela mobil. Tapi kok ya bahaya. Ditahan tahan dulu kepengennya. 🤭
Bulan ini, dapat kabar Ning Khilma mengisi acara di TBS putri. Pengen daftar, tapi maju mundur. Eh besoknya ada kabar, ngisi di PPRM, pondoknya Pakdhe. Langsung minta izin suami utk hadir. Beberapa jam kemudian, surprisingly, muncul flyer kegiatan Qudsiyyah Putri ngrawuhke Ning Khilma. Suenengnyaaa jangan tanya 😍
Bayanganku waktu itu, aku ya duduk di barisan peserta, seperti biasa. Mirengke cerita2 beliau, menyerap ilmu2 dari beliau, wis gitu cukup. Ga ada bayangan bisa njagongi. Bahkan pas muncul keinginan minta foto bareng tuh aku mikir seharian gimana ya caranya. Aku tipe orang yg ga berani minta foto bareng dg tamu terhormat. Kalo kemudian ada yg memulai agenda foto2, OKe. Tapi untuk memulai, ga berani. Serius.
Tak disangka, begitu harinya tiba. Baru nginguk depan ruang transit, langsung disamperin bu guru. "Sudah ditunggu Ning Khilma, Bu."
Lhoh ya aku kaget. Kan beliau belum kenal aku, batinku.
Masuk, salaman, langsung ngusap perut dong, menanyakan kehamilanku. MasyaAllah grapyakeee... Kyk orang udah kenal lama banget, adaaa aja gitu yg diobrolin. Dari bapak ibu beliau yg dulu juga sama2 di Jogja, berkawan dg ibuk & bulekku. Sampai ttg mas Apit & mas Apang, yg juga di Jogja. Dan juga mas Aun, yg istrinya masih saudara Gus Aza. Padahal semalaman suntuk aku mikir gimana ya mau memperkenalkan diri ke Ning Khilma. Jebul sudah automatically connected, bener2 jaringannya kuat. 😅
Beliau ini wis pkoe apik sembarangane. Ya sikapnya, ya nyemanaknya, ya ilmunya, ya semangatnya. Apa yg beliau raih saat ini bener2 menggambarkan kualitas dirinya. Saluttt 👍👍👍
----
"Kenangan bukanlah kutukan. Kenangan adalah kekuatan."
Lha pripun niki sg dieling-eling kok cuma segitu. 😅
Lengkapnya, silakan ke youtube Qudsiyyah Putri ya...
Terimakasih rawuhipun Ning Khilma Anis ...
Terimakasih telah berkenan berbagi ilmu kepada kami. Membangkitkan semangat kami untuk terus belajar, terus membaca, dan gemar menulis.
Saya ini ya suka nulis. Nulis status curhat khas ibu2 ✌️
Yang jelas pagi ini agendanya bener2 recharge mood ... Alhamdulillah 😍

Kamis, 15 Desember 2022

Kopi Lampung dari mas Ilham Aufa

 



Seorang santri memang identik dengan rokok dan kopi. Rokok biasanya dihisap oleh para Kyai agar pikiran-pikiran yang menggumpal jernih kembali. Mbah Yai Sya'roni adalah contoh kyai dengan tipe ini, beliau sering dawuh bahwa kalau tidak merokok pikiran menjadi buntu dan kalau mengajar kurang gayeng. Saya sendiri adalah orang yang menyaksikan betapa enaknya penjelasan beliau ketika mengajar. Saya beruntung sempat mulazamah dengan beliau selama 3 tahun di MA Qudsiyyah.
Sedangkan kopi adalah amunisi satunya agar mata tetap terjaga ketika mengkaji kitab-kitab atau ketika mengajar. Untuk masalah rokok sendiri saya sudah insaf karena mengikuti mazhabnya Mbah Mun. Namun untuk kopi tidak bisa meninggalkannya. Di pagi hari biasanya saya minum kopi agar ketika mengajar tidak ngantuk. Kalau gak sempat membuat kopi, bisa dipastikan mata ini mbliyat mbliyut dan jadi gak fokus dalam mengajar.
Saya kenal mas Ilham waktu beliau memondokkan putrinya di Qudsiyyah Putri. Sebenarnya saya sudah mengenal keluarga besar Kyai Muhyi yang pernah menjadi masyayikh di Qudsiyyah. Ada pak Wifaq yang akrab dengan mas Apang, bahkan ketika beliau kapundut mas Apang memimpin maulid di maqbarah untuk mengantar kepergian beliau. Lalu ada mas Ibad dan mas Wafda yang sudah saya kenal lama. Namun untuk mas Ilham baru tiga tahunan kemarin.
Kemarin saya bergurau kalau kangen kopi Lampung, karena dulu kalau ngantar putrinya sering dibawakan. Eh lha koq malah dikirimin sebanyak ini 😁
Matur suwun mas, gusti Allah ingkang bales. Semoga bisa buat nemenin ngaji selama 6 bulan 😀

Senin, 12 Desember 2022

Sullamun Nawi Fi Ilmin Nahwi

 



Sudah lama saya ingin menulis ringkasan-ringkasan nahwu yang mudah dan aplikatif. Memang benar guru saya, bahwa menulis kitab itu fadhol yang luar biasa. Terkadang banyak orang yang pintar tapi untuk menuangkan karyanya dalam tulisan ini yang jarang dimiliki. Terkadang waktu yang menjadi kendala, atau aktivitas padat yang selalu mengisi dari hari ke hari.
Di MTs Qudsiyyah Putri ada program sorogan kitab Taqrib. Anak-disuruh menghafal makna kitab dan maju disimak guru-guru. Banyak anak-anak yang bisa membaca tapi lemah dalam memahami i'robnya. Untuk itu saya mengusulkan agar diadakan diklat Nahwu sebelum liburan. Karena saya yang usul, akhirnya saya pun diminta untuk menjadi koordinator diklat Nahwu tersebut. Bismillah, saya pun menyanggupinya dan berjanji akan membuatkan modul Nahwu yang ringkas dengan contoh-contoh dari kitab Taqrib agar lebih aplikatif.
Kitab ini saya tulis selama lima hari, di tengah kesibukan saya momong anak-anak karena ibunya kuliah (lagi). Dan saya yakin ini adalah fadhol dari Allah sehingga bisa selesai tepat waktu sebelum diklat dimulai. Saya mulai menulis Senin kemarin tanggal 5 Desember 2022 dan selesai Jumuah malam tanggal 9 Desember 2022. Sabtu saya masukkan ke percetakan dan Ahad pagi 11 Desember kitab dikirim ke Qudsiyyah Putri. Alhamdulillah tepat pukul 07.30 kitab bisa dibagikan karena acara memang dimulai pukul 07.30. Memang kitab ini masih banyak kekurangan karena nulisnya juga terlalu mepet waktunya. Namun ala kulli hal saya puas bisa menyelesaikannya.

Jumat, 30 September 2022

Menyapih Royya

 


By : Ibuk Elin

Royya lahir Hari Jum'at tanggal 20 Rabi'ul Awwal 1442 H.

Bocah ini nempel sm ibuknya kemanapun, dimanapun.
Kalo ngASI ga kenal tempat dan waktu.
Bahkan sampai di usianya ke 23 bulan masih 90% bergantung pada ASI. Nasi, jajan, minuman lain, hanya icip2 saja. 🥲
Dua pekan terakhir, ibuk mulai sounding, nanti makan nasi ya, minum pakai gelas ya, begitu seterusnya.
Hingga sampailah pada hari ini, Jum'at, 4 Rabi'ul Awwal 1444 H, kami sepakat untuk menyapih Royya.
Kenapa harus sepakat dg suami? Karena yg bisa bantuin pas anak nangis ya bapaknya, soalnya kalo sm ibuk pasti minta ASI lagi...
Pagi tadi, kami menuju ke rumah sesepuh, didoakan...
Siang, masih minta ASI saat mau tidur. Ashar nglilir, dipukpuk, diisik2, balik tidur lagi, sampai Maghrib. Baru segitu aja ibuknya dah pengen nangis. 🥹
Maghrib bangun, tiba2 ambil gelasnya, minum sendiri.
Setelahnya, giliran Yahya Maya Balya yg berperan. Mereka ngajakin Royya main, diambilin minum, dibukakke jajan, dibacain buku, nggambar2, poko'nya biar ga nempel ibuk dulu. Bertahan sampai jam 8, mas mbak nya tidur. Sepi...
Mulai nangis dong. Nungguin bapak ga pulang2. Masih berusaha kuat dan tega saat Royya nangis tarik2 jilbab minta ASI. Dipukpuk, dikipasi, diceritani, sembarang kaliiir...
Jam 09.30 mulai nangis lagi, "Aya babuk, ibuk babuk, kudung lepas, mimik Aya..."
Kipas dilempar, tangan ditepis...
Ibuke mulai kudu nangis 🥲
Akhirnya mau digendong, nungguin bapak di depan. Pikirku bakal panjang banget malam ini 🥱
Alhamdulillah, 10 menit digendong, tidur, nyenyak, dan sekarang sudah mendarat sempurna di atas kasur...
Terimakasih Royya, tambah mandiri ya Nduk 😘😘😘
Ini sih kira2 pak Isbah Kholili masuk rumah pas shift nglilir 😁
...
00.00 nglilir, telpon bapak. Digendong bapak malah tambah nangis... Oke, pangku ibuk, jangan menyerah 💪💪💪

Senin, 23 Mei 2022

Kholif Tu'rof

 



خالف تعرف

Baru-baru ini dunia permedsosan dibuat viral dengan adegan GT yang dianggap tidak beradab karena tidak ta'dhim dengan habib Abdul Qadir Alhaddar, habib sepuh asal Banyuwangi. Dalam video itu GT tampak diam saja ketika tangannya dicium oleh habib Abdul Qodir, bahkan gayanya yang tak acuh sambil merokok membuat para netizen berkomentar miring terhadap GT.
Setelah video itu viral akhirnya habib Abdul Qodir memberikan klarifikasi bahwa beliau memang dengan senang hati mencium tangan GT karena GT adalah cucu gurunya. Bahkan habib Abdul Qodir meminta untuk tidak menghujat GT, karena gaya GT memang seperti itu. Itu bukan sombong tapi anggun kata beliau.
Berkat video itu, nama GT menjadi terkenal dan dicari para netizen yang penasaran termasuk saya 😂. Akhirnya ketemulah bahwa GT ini merupakan cucu dari waliyullah Gus Miek yang sangat masyhur itu. Gaya dan cara dakwah GT ini dianggap paling mirip dengan kakeknya. Saya tidak mau menanggapi kehebohan video yang viral itu, namun saya hanya ingin menggaris bawahi bahwa jika kamu ingin terkenal maka berbedalah dengan yang lain seperti yang dilakukan GT ini. Kholif Tu'rof begitulah kaidahnya.
Salam dari Usgan
 
Copyright © 2022 ISBAH KHOLILI. Designed by MikiAlQudsy