BREAKING NEWS

The Power Of Santri

Senin, 26 Juni 2023

Officially Mom of five



By : Ibuk Elin

Mau nulis apa ya… tentang perasaan, kapok ya kapok, seneng ya seneng. Alhamdulillah…
Jadi sejak dalam kandungan, aku selalu berharap, bayi ini lahir setelah bapak benar2 libur. Mbak2 sudah pulang, dan segala workshop diselesaikan.
Mbayangke juga, nanti lahirannya tengah malam pas anak2 tidur, jadi ga perlu drama gimana ninggal mereka ke bidan.
Alhamdulillah, malam tadi masih tidur bersama anak2 seperti biasa. Setengah 12 malam, nglilir, pipis. Setelah itu mulai terasa kontraksi. Pikirku, nanti lah tahan aja dulu di rumah. Eh kok tambah rempet tambah rempet kontraksi nya. Akhirnya jam 1 malam bangunin pak Isbah Kholili, dipijeti, diisik2, dan setengah 2 memutuskan ke bu bidan.
Ting tong ting tong, agak ewuh aslinya, tengah malam gitu. Untung mbak nya sigap, dicek bukaan 3.
Pasti di tengah kontraksi tuh ada rasa, udaaah mandeeeg, pengen ilang rasane… tapi trus eling lagi, bahwa itu sinyal bayi akan segera bertemu dg kita. Jadilah, lanjuuut, sg kuat Nang, berjuang sm ibuk…
Di sela kontraksi masih sempet pipis & pup. Eh dicek lagi bukaan 8. Dah mapan siap bersalin.
Dipandu bu bidan, diisik2 mbak bidan, gedolan tangan suami, sambil miring kiri.
Begitu udah kenceng banget, rebahan, pikirku bakal ngeden berkali2. Eh kok rasanya jalan lahir udah panas, seolah si bayi berkata “permisi ibuk, aku mau lewat.” dan sekali ngeden langsung lahir.
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah… Betapa luas kasih sayang Gusti Allah…
Jam 2.45 lahir bayi laki2 dg berat 3,2 kg yang oleh bapaknya diberi nama
Muhammad Ashif Barkhiya
Tabarrukan kepada seorang sholih kepercayaan Nabi Sulaiman yang menghadirkan singgasana Ratu Balqis.
Mohon doa pangestunipun 🙏🙏🙏

Senin, 09 Januari 2023

Belajar dari Ning Khilma

 


By : Ibuk Elin
Awal kami khidmah di Qudsiyyah Putri, pak Isbah Kholili berinsiatif untuk memfasilitasi mbak2 santri dg kegiatan jurnalistik dibantu teman2 IKAQ, salah satunya mas Yaya, yg kemudian memperkenalkan kami dg karya berjudul "Wigati". Dari situlah kami mulai mengenal Ning Khilma Anis, follow FB nya, mengikuti tulisan-tulisan keseharian, hingga menjadi penikmat tulisan terbaru berjudul "Hati Suhita".
Berjalannya waktu, Suhita semakin dicintai banyak kalangan. Diskusi, bedah buku, seminar, diselenggarakan di berbagai tempat. Sebagai follower, pasti ada lah keinginan untuk bisa berjumpa langsung dg beliau.
Bulan kemarin, sempat suatu hari, aku naik motor tepat di belakang mobil Suhita, dan berhenti cukup lama di lampu merah. Pengen banget lompat dr motor, trus menyapa dr kaca jendela mobil. Tapi kok ya bahaya. Ditahan tahan dulu kepengennya. 🤭
Bulan ini, dapat kabar Ning Khilma mengisi acara di TBS putri. Pengen daftar, tapi maju mundur. Eh besoknya ada kabar, ngisi di PPRM, pondoknya Pakdhe. Langsung minta izin suami utk hadir. Beberapa jam kemudian, surprisingly, muncul flyer kegiatan Qudsiyyah Putri ngrawuhke Ning Khilma. Suenengnyaaa jangan tanya 😍
Bayanganku waktu itu, aku ya duduk di barisan peserta, seperti biasa. Mirengke cerita2 beliau, menyerap ilmu2 dari beliau, wis gitu cukup. Ga ada bayangan bisa njagongi. Bahkan pas muncul keinginan minta foto bareng tuh aku mikir seharian gimana ya caranya. Aku tipe orang yg ga berani minta foto bareng dg tamu terhormat. Kalo kemudian ada yg memulai agenda foto2, OKe. Tapi untuk memulai, ga berani. Serius.
Tak disangka, begitu harinya tiba. Baru nginguk depan ruang transit, langsung disamperin bu guru. "Sudah ditunggu Ning Khilma, Bu."
Lhoh ya aku kaget. Kan beliau belum kenal aku, batinku.
Masuk, salaman, langsung ngusap perut dong, menanyakan kehamilanku. MasyaAllah grapyakeee... Kyk orang udah kenal lama banget, adaaa aja gitu yg diobrolin. Dari bapak ibu beliau yg dulu juga sama2 di Jogja, berkawan dg ibuk & bulekku. Sampai ttg mas Apit & mas Apang, yg juga di Jogja. Dan juga mas Aun, yg istrinya masih saudara Gus Aza. Padahal semalaman suntuk aku mikir gimana ya mau memperkenalkan diri ke Ning Khilma. Jebul sudah automatically connected, bener2 jaringannya kuat. 😅
Beliau ini wis pkoe apik sembarangane. Ya sikapnya, ya nyemanaknya, ya ilmunya, ya semangatnya. Apa yg beliau raih saat ini bener2 menggambarkan kualitas dirinya. Saluttt 👍👍👍
----
"Kenangan bukanlah kutukan. Kenangan adalah kekuatan."
Lha pripun niki sg dieling-eling kok cuma segitu. 😅
Lengkapnya, silakan ke youtube Qudsiyyah Putri ya...
Terimakasih rawuhipun Ning Khilma Anis ...
Terimakasih telah berkenan berbagi ilmu kepada kami. Membangkitkan semangat kami untuk terus belajar, terus membaca, dan gemar menulis.
Saya ini ya suka nulis. Nulis status curhat khas ibu2 ✌️
Yang jelas pagi ini agendanya bener2 recharge mood ... Alhamdulillah 😍

Selasa, 20 Desember 2022

Haul Mbah Muhammad Asnawi

 



Simbah saya dulu namanya mbah Munthohar namun setelah haji diganti menjadi Muhammad Asnawi. Setelah beliau kapundut tahun 1997, tiap tahun pasti diadakan acara haul. Setahun yang lalu saya usul di grup keluarga besar Bani Muhammad Asnawi, gimana kalau acara haul diadakan bergantian di Madura, Sedan, dan di Kudus. Alhamdulillah kasepuhan menyetujuinya.
Mbah Asnawi punya anak enam, namun cucunya ada 44 (entah kalau lebih). Acara haul tahun lalu bertempat di Bangkalan Madura karena pak dhe saya Agus Nawawi dapat orang Madura. Alhamdulillah acaranya ramai dan banyak yang ikut.
Tahun ini haul diadakan di Ponpes Assunniyyah Sedan Rembang. Seperti tahun lalu, haul tahun ini juga tak kalah meriahnya. Hanya beberapa cucu yang gak bisa ikut karena masih mondok dan belum libur. Yang menarik, acara haul ini mulai MC, Iftitah, tahlil, doa, dan Maulid yang ngisi ada cucu-cucu semua. Kasepuhan hanya sambutan saja.
Sebelum ke Sedan, kami menyempatkan untuk mengajak wisata murah meriah yaitu ke pantai Karangjahe. Entah sudah berapa kali kami kesini, namun gak ada bosannya kalau main air.
Di setiap momen ketemuan keluarga besar pasti selalu dibahas, anaknya sudah berapa? Sudah hamil apa belum? Dan yang selalu jadi bahasan menarik adalah hadiah Umroh dari lek Ahmad Asnawi bagi ponaan-ponaan yang bisa menyaingi 12 anaknya. 😁😅😂.
Semoga keluarga besar Mbah Asnawi semakin kompak, akrab, rukun, dan tambah selalu personilnya.

Kamis, 15 Desember 2022

Kopi Lampung dari mas Ilham Aufa

 



Seorang santri memang identik dengan rokok dan kopi. Rokok biasanya dihisap oleh para Kyai agar pikiran-pikiran yang menggumpal jernih kembali. Mbah Yai Sya'roni adalah contoh kyai dengan tipe ini, beliau sering dawuh bahwa kalau tidak merokok pikiran menjadi buntu dan kalau mengajar kurang gayeng. Saya sendiri adalah orang yang menyaksikan betapa enaknya penjelasan beliau ketika mengajar. Saya beruntung sempat mulazamah dengan beliau selama 3 tahun di MA Qudsiyyah.
Sedangkan kopi adalah amunisi satunya agar mata tetap terjaga ketika mengkaji kitab-kitab atau ketika mengajar. Untuk masalah rokok sendiri saya sudah insaf karena mengikuti mazhabnya Mbah Mun. Namun untuk kopi tidak bisa meninggalkannya. Di pagi hari biasanya saya minum kopi agar ketika mengajar tidak ngantuk. Kalau gak sempat membuat kopi, bisa dipastikan mata ini mbliyat mbliyut dan jadi gak fokus dalam mengajar.
Saya kenal mas Ilham waktu beliau memondokkan putrinya di Qudsiyyah Putri. Sebenarnya saya sudah mengenal keluarga besar Kyai Muhyi yang pernah menjadi masyayikh di Qudsiyyah. Ada pak Wifaq yang akrab dengan mas Apang, bahkan ketika beliau kapundut mas Apang memimpin maulid di maqbarah untuk mengantar kepergian beliau. Lalu ada mas Ibad dan mas Wafda yang sudah saya kenal lama. Namun untuk mas Ilham baru tiga tahunan kemarin.
Kemarin saya bergurau kalau kangen kopi Lampung, karena dulu kalau ngantar putrinya sering dibawakan. Eh lha koq malah dikirimin sebanyak ini 😁
Matur suwun mas, gusti Allah ingkang bales. Semoga bisa buat nemenin ngaji selama 6 bulan 😀

Senin, 12 Desember 2022

Sullamun Nawi Fi Ilmin Nahwi

 



Sudah lama saya ingin menulis ringkasan-ringkasan nahwu yang mudah dan aplikatif. Memang benar guru saya, bahwa menulis kitab itu fadhol yang luar biasa. Terkadang banyak orang yang pintar tapi untuk menuangkan karyanya dalam tulisan ini yang jarang dimiliki. Terkadang waktu yang menjadi kendala, atau aktivitas padat yang selalu mengisi dari hari ke hari.
Di MTs Qudsiyyah Putri ada program sorogan kitab Taqrib. Anak-disuruh menghafal makna kitab dan maju disimak guru-guru. Banyak anak-anak yang bisa membaca tapi lemah dalam memahami i'robnya. Untuk itu saya mengusulkan agar diadakan diklat Nahwu sebelum liburan. Karena saya yang usul, akhirnya saya pun diminta untuk menjadi koordinator diklat Nahwu tersebut. Bismillah, saya pun menyanggupinya dan berjanji akan membuatkan modul Nahwu yang ringkas dengan contoh-contoh dari kitab Taqrib agar lebih aplikatif.
Kitab ini saya tulis selama lima hari, di tengah kesibukan saya momong anak-anak karena ibunya kuliah (lagi). Dan saya yakin ini adalah fadhol dari Allah sehingga bisa selesai tepat waktu sebelum diklat dimulai. Saya mulai menulis Senin kemarin tanggal 5 Desember 2022 dan selesai Jumuah malam tanggal 9 Desember 2022. Sabtu saya masukkan ke percetakan dan Ahad pagi 11 Desember kitab dikirim ke Qudsiyyah Putri. Alhamdulillah tepat pukul 07.30 kitab bisa dibagikan karena acara memang dimulai pukul 07.30. Memang kitab ini masih banyak kekurangan karena nulisnya juga terlalu mepet waktunya. Namun ala kulli hal saya puas bisa menyelesaikannya.

Rabu, 23 November 2022

Rombongan Khos Darul Qur'an PP Al Anwar 2 datang ke Qudsiyyah Putri.

 



Tadi siang, pengurus khos Darul Qur'an Al Anwar 2 datang ke ponpes Qudsiyyah Putri. Katanya pingin study banding, lalu saya jawab kami belum pantas untuk dibuat study banding. Monggo kalau mau kesini, kita belajar bersama. Tiap lembaga pendidikan pasti ada plus minusnya. Saya sendiri bukanlah orang yang ahli di bidang Al Qur'an. Basic saya adalah kitab, namun di pondok ini mayoritas adalah anak tahfidz.
Memang perlu proses panjang untuk menjadi khafidz atau khafidzoh. Belum tentu program tahfidz itu bisa selesai dalam 3 sd 6 tahun. Semua ada faktor internal dan eksternal nya. Hasil dari tiap anak kadang beda-beda padahal asupan makanannya sama 😅. Podo-podo golek ilmu tapi yang ini pintar dan yang ini istimewa (kami mengistilahkannya). Faktor dari orang tua juga bisa mempengaruhi hasil anaknya. Tirakat dan do'a orang tua ini banyak sekali kita saksikan menjadi pendukung utama berhasil tidaknya santri dalam menuntut ilmu. Belum lagi makanan yang masuk ke anak, apakah dari hasil kerja yang halal atau mambu-mambu syubhat itu juga point tersendiri.
Di akhir pertemuan tadi saya sedikit menyampaikan pentingnya khidmah. Karena saya juga alumni Al Anwar, saya pun sedikit bercerita pengalaman saya di sana. Dulu ketika akhir kelulusan banyak teman-teman saya yang boyong. Padahal tenaga dan pikiran mereka semestinya dibutuhkan untuk pondok. Bisa menjadi guru, tenaga bangunan, tukang utak utuk dan lain sebagainya. Saya sendiri punya prinsip ketika itu, lha yo wis dipinterke pondok koq dikon bantu pondok ora gelem. Akhirnya saya khidmah menjadi guru di MA Al Anwar. Prinsip saya, aku wis dipinterke 3 tahun paling ora ngabdi yo minimal 3 tahun.

Jumat, 30 September 2022

Menyapih Royya

 


By : Ibuk Elin

Royya lahir Hari Jum'at tanggal 20 Rabi'ul Awwal 1442 H.

Bocah ini nempel sm ibuknya kemanapun, dimanapun.
Kalo ngASI ga kenal tempat dan waktu.
Bahkan sampai di usianya ke 23 bulan masih 90% bergantung pada ASI. Nasi, jajan, minuman lain, hanya icip2 saja. 🥲
Dua pekan terakhir, ibuk mulai sounding, nanti makan nasi ya, minum pakai gelas ya, begitu seterusnya.
Hingga sampailah pada hari ini, Jum'at, 4 Rabi'ul Awwal 1444 H, kami sepakat untuk menyapih Royya.
Kenapa harus sepakat dg suami? Karena yg bisa bantuin pas anak nangis ya bapaknya, soalnya kalo sm ibuk pasti minta ASI lagi...
Pagi tadi, kami menuju ke rumah sesepuh, didoakan...
Siang, masih minta ASI saat mau tidur. Ashar nglilir, dipukpuk, diisik2, balik tidur lagi, sampai Maghrib. Baru segitu aja ibuknya dah pengen nangis. 🥹
Maghrib bangun, tiba2 ambil gelasnya, minum sendiri.
Setelahnya, giliran Yahya Maya Balya yg berperan. Mereka ngajakin Royya main, diambilin minum, dibukakke jajan, dibacain buku, nggambar2, poko'nya biar ga nempel ibuk dulu. Bertahan sampai jam 8, mas mbak nya tidur. Sepi...
Mulai nangis dong. Nungguin bapak ga pulang2. Masih berusaha kuat dan tega saat Royya nangis tarik2 jilbab minta ASI. Dipukpuk, dikipasi, diceritani, sembarang kaliiir...
Jam 09.30 mulai nangis lagi, "Aya babuk, ibuk babuk, kudung lepas, mimik Aya..."
Kipas dilempar, tangan ditepis...
Ibuke mulai kudu nangis 🥲
Akhirnya mau digendong, nungguin bapak di depan. Pikirku bakal panjang banget malam ini 🥱
Alhamdulillah, 10 menit digendong, tidur, nyenyak, dan sekarang sudah mendarat sempurna di atas kasur...
Terimakasih Royya, tambah mandiri ya Nduk 😘😘😘
Ini sih kira2 pak Isbah Kholili masuk rumah pas shift nglilir 😁
...
00.00 nglilir, telpon bapak. Digendong bapak malah tambah nangis... Oke, pangku ibuk, jangan menyerah 💪💪💪
 
Copyright © 2022 ISBAH KHOLILI. Designed by MikiAlQudsy