BREAKING NEWS

The Power Of Santri

Sabtu, 12 Maret 2022

Belajar Dari Pak Ihsan

 




Kesuksesan itu tidak datang begitu saja. Butuh usaha dan kerja keras serta mungkin sedikit keberuntungan untuk mewujudkannya. Kalau boleh saya prosentase keberuntungan ini hanyalah 10% saja, sedangkan sisanya adalah kerja keras. Terkadang sudah kerja keras namun masih kurang sukses. Dan ada juga yang tidak begitu kerja keras namun selalu beruntung. Nah..yang terakhir ini jangan kita tiru. Jika kita mau sukses ya harus kerja keras.
Pak M Ihsan adalah salah satu contoh orang yang sukses dengan kerja kerasnya. Terlahir dari orang kampung tak menyurutkan niatnya dalam meraih pendidikan tertinggi. Dimulai dari Madrasah Qudsiyyah, beliau mengenyam pendidikan dari MI, MTs, hingga MA Qudsiyyah. Setelah lulus dari Qudsiyyah, beliau melanjutkan S1 di IAIN Walisongo Semarang. Tahun 1994 beliau lulus dari IAIN Semarang dengan gelar S.Ag. Pak Ihsan sempat mengajar di Qudsiyyah sebelum akhirnya menjadi dosen di IAIN Kudus.
Selesai S1 tak menyurutkan niat beliau untuk melanjutkan kuliah S2. Akhirnya beliau pun melanjutkan S2 nya di IAIN Walisongo Semarang dan lulus tahun 2001. Lalu lanjut S3 di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan lulus tahun tahun 2012. Dan terakhir beliau mendapat gelar guru besar ilmu pendidikan tahun 2022 ini. Tentu ini adalah proses panjang yang membutuhkan kerja keras, fokus, serta dukungan keluarga.
Selamat dan sukses atas pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. H. Ihsan, M.Ag semoga tambah berkah ilmunya dan bermanfaat bagi negara dan agama.

Jumat, 11 Maret 2022

Diklat Keprotokolan

 


ISQi (Ikatan Santri Qudsiyyah Putri) mengadakan diklat administrasi dan keprotokolan di Villa MC Pro Kajar Dawe Kudus. Acara yang diikuti tiga puluh santri itu dimulai sejak kamis sore tanggal 10 Maret 2022 dan akan berakhir jumu'ah sore tanggal 11 Maret 2022. Diklat itu diadakan untuk membekali pengurus supaya tertib dalam administrasi terutama dalam membuat surat menyurat.
Selain itu, tujuan diklat adalah untuk membekali santri agar terbiasa dalam menghadapi protokol kegiatan-kegiatan baik resmi, semi resmi, maupun tidak resmi. Mulai dari menjadi MC, dirigen upacara, memimpin persidangan dan lain sebagainya. Dalam diklat sehari semalam itu santri-santri menerima materi dari tim instruktur PC IPPNU kabupaten Kudus.
Dalam sambutannya, pengasuh ponpes Qudsiyyah Putri menyampaikan bahwa baik tidaknya organisasi itu bisa dilihat dari tertib tidaknya administrasi. Jika administrasinya bagus pasti organisasi itu juga bagus. Namun jika administrasinya buruk maka organisasi nya pun tak jauh dari itu. Di akhir sambutannya, ustadz Muhammad Isbah Kholili berharap agar pengurus ISQi bisa menjalankan kegiatan-kegiatan dan mengonsepnya dengan tertib dan baik.

Rabu, 09 Maret 2022

Ketika Ahlak Menjadi Penentu

 


Di ponpes Qudsiyyah Putri kami selalu menekankan pentingnya medahulukan ahlak dari pada ilmu. Berhenti ketika ada guru yang sedang lewat, mencium tangan ustadzah ketika bertemu, mlaku ngesot dengan lutut ketika di majlis, selalu bilang "gih yai" jika diutus pengasuh. Semua itu diajarkan demi mendidik santri-santri akan pentingnya ahlak. Ilmu yang tinggi tanpa dibarengi ahlak mulia akan mejadi seperti iblis yang sombong.
Banyak wali santri yang bilang bahwa sejak menjadi santri ponpes Qudsiyyah Putri mengalami perubahan yang sangat jauh dibandingkan sebelum mondok. Memang saya selalu menekankan pentingnya boso dengan orang tua. Kalau kamu malu mulailah dari yang mudah dulu. Gih..mboten..sampun..dereng.. karena kalau langsung boso kromo secara mendadak pasti ditertawakan orang tua, kata saya di sela-sela mengajar. Bahkan ada santri yang tidak kerasan baru sebulan mondok. Wali santri juga mengapresiasi perubahan anak walaupun baru sebulan.
Memang tidak semua santri bisa langsung berubah ahlaknya. Semua butuh proses yang panjang dan tentu saja merubah karakter yang sudah gawan bayi (tabiat) itulah yang paling sulit. Tentu masih ada beberapa santri yang belum terlihat perubahannya, namun saya yakin dengan suasana lingkungan pondok pesantren akan merubah sedikit demi sedikit. Paling tidak mereka masih berada dalam jalan yang lurus dan tidak tambah nakal.
Ketika Imam Syafi'i boyongan dari pondoknya Imam Malik menuju rumah ibunya, beliau mengetuk pintu rumah seraya mengucap salam. Setelah dijawab ibunya, beliau ditanya. Man anta? Muhammad bin Idris, jawab Imam Syafi'i. Bimaa ji'ta? Bil ilmi wal adabi, sahut beliau. Ibunya pun marah dan tidak membukakan pintu dan bilang, engkau bukanlah anakku..pergi dari sini. Imam Syafi'i pun bersedih, apa salah beliau sampai ibunya tidak mau bertemu padahal baru boyongan dari pondok.
Di tengah kesedihannya, beliau bertemu dengan seorang syaikh dan ditanya. Kenapa engkau sedih? Saya baru pulang dari pondok tapi ibu saya marah dan tidak mau membukakan pintu, jawab beliau. Bagaimana ceritanya? Tanya syaikh. Ibu saya bertanya, bimaa ji'ta? Saya jawab bililmi wal adabi, setelah itu ibu saya marah dan tidak mengakui saya sebagai anaknya. Itu kesalahanmu, coba jawab bil adabi wal ilmi, pasti ibumu tidak marah.
Akhirnya Imam Syafi'i pulang kembali dan mengetuk pintu. Setelah ditanya bimaa ji'ta? Beliau pun menjawab bil adabi wal ilmi. Akhirnya ibunya baru membukakan pintu dan bilang. Ini baru anakku.

Selasa, 08 Maret 2022

Tes Seleksi Qudsiyyah Putri Resmi Ditutup



Kudus-Qudsiyyahputri.com. Sebanyak 330 santri sudah mengikuti tes seleksi penerimaan santri baru MTs-MA Qudsiyyah Putri. Dari 330 santri itu ada 277 santri yang mendaftar di Ponpes Qudsiyyah Putri, sedangkan sisanya adalah santri laju. Dari 330 santri itu akan memperebutkan kuota enam kelas atau 240 santri. Enam kelas itu terbagi menjadi 5 kelas pondok dan 1 kelas laju.
Dari 330 santri itu yang mendaftar program tahfidz sebanyak 189, sedangkan yang mendaftar program kitab sebanyak 141 santri. Bagi program tahfidz akan memperebutkan kuota tiga kelas saja. Dan program kitab memperebutkan tiga kelas dengan rincian dua kelas pondok dan satu kelas laju.
Sedangkan yang mendaftar MA Qudsiyyah Putri dari luar hanya 11 santri. Dari 11 santri ini nanti yang diterima adalah santri yang memenuhi kualifikasi saja karena yang daftar ulang dari MTs Qudsiyyah Putri sudah mencukupi. Adapun kualifikasi pendaftar MA Qudsiyyah Putri adalah hafal minimal 3 juz untuk program tahfidz dan hafal 300 bait Alfiyyah untuk program kitab.
Tes seleksi sudah dilaksanakan selama lima hari, terhitung sejak tanggal 2 sd 7 Maret 2022. Adapun pengumuman hasil tes seleksi akan dipublikasikan pada tanggal 10 Maret 2022. Ketua panitia PPDB Qudsiyyah Putri, ustadz Muhammad Isbah Kholili, M.Pd menyampaikan bahwa PPDB untuk tahun ajaran 2022-2023 ini ditayangkan secara live streaming melalui YouTube Channel Qudsiyyah Putri TV. Beliau berharap semoga PPDB tahun ini bisa mendapatkan santri-santri yang berkualitas.

Sabtu, 05 Maret 2022

Peci Eskimo



Dulu saya pernah cerita bahwa pergi kemana saja saya pasti selalu memakai peci. Saya biasanya memakai peci resmi yaitu peci hitam atau yang lebih dikenal dengan peci Soekarno. Peci atau songkok hitam ini memang bisa digunakan di acara apa saja, acara formal maupun non formal. Untuk ngajar sehari-hari juga memang peci hitam itu yang saya pakai.
Sekitar delapan bulanan yang lalu ada kumpulan Burdahan di rumah teman saya di Undaan. Burdahan itu adalah acara rutin selapanan yang tempatnya bergantian dari satu rumah ke rumah yang lain. Waktu itu tuan rumahnya adalah mas Tommy Bahar . Karena rasa syukurnya dikaruniai seorang putra, akhirnya semua yang hadir disuruh mengambil peci satu-satu. Saya yang kebetulan juga ikut hadir pun tak mau ketinggalan. Awalnya saya tidak minat untuk ikut ambil karena merasa ora macem nganggo peci seperti itu. Tapi setelah saya amati akhirnya saya putuskan untuk ambil saja.
Setelah sampai rumah, saya pakai peci itu dan lambat laun macem juga peci itu di kepala saya. Akhirnya tiap acara non resmi saya seringnya pakai peci itu. Peci itu saya beri nama peci Eskimo. Peci buatan mas Tommy Bahar teman satu angkatan saya. Semoga rizkinya mas Tommy selalu dilapangkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. Amiin.

Jumat, 04 Maret 2022

Rest Area Pendopo KM 456

 


Sekilas Rest Area ini kelihatan biasa aja. Sering lewat sini, saya kira hanya menyediakan toilet-toilet dan musholla bagi pengguna jalan tol Semarang-Solo. Namun perkiraan saya salah. Kemarin saya ke rumah mas Afidl Ni'ama di Suruh Semarang. Siang hari kami sampai di Suruh lewat tol Semarang-Solo. Sejak adanya tol Semarang-Solo perjalanan Kudus-Suruh hanya butuh waktu dua jam saja.
Sore hari sekitar jam 16.30 kami pamit pulang. Sebelum pulang istri saya memang ingin mampir di rest area KM 456, karena penasaran seperti apa dalamnya. Setelah masuk tol lewat Tingkir beberapa menit kemudian kami pun sampai rest area tersebut. Rest area ini masuk wilayah kota Salatiga. Sore itu parkiran penuh sesak, mungkin karena tanggal merah libur isra'mi'raj. Mobil berjajar memenuhi parkiran baik sisi kiri jalan tol arah Semarang maupun sisi kanan yang arah ke Solo. Setelah antri beberapa menit kami pun dapat parkir juga.
Turun dari mobil kami segera masuk ke dalam, dan ternyata dugaan saya jauh dari sasaran. Ini sih mall namanya bukan rest area. Toko-toko dan kedai makan berjejer rapi di dalamnya. Indomaret point juga menghiasi sudut lantai dua. Bahkan di rest ini juga ada liftnya. Dan yang menjadi ikonik dari rest area ini adalah jembatan penghubung bangunan antar sisi kanan dan kiri dari tol Semarang-Solo. Jembatan penghubung itu pun praktis menjadi spot foto yang menjadi antrian pengunjung.
Setelah berfoto ria di jembatan penghubung, kami pun berjalan menuju sisi bangunan sebelah yang arah Semarang-Solo. Di situ juga berjejer kedai-kedai yang menjual beraneka makanan dan minuman. Karena tadi sudah makan di rumah mas Afidl akhirnya saya pun hanya pesan kopi saja. Kopi tubruk hitam dengan gula yang terpisah sehingga pembeli bisa memasukkan gula sesuai selera. Untuk harga memang di atas rata-rata karena ini adalah tempat wisata. Untuk kopi tubruk sendiri harganya Rp. 18.000 (paling murah😅).
Tak terasa adzan maghrib pun menggema. Rencananya kami mau sholat maghrib isya' jama' ta'khir aja di Demak, tapi setelah melihat musholla yang super nyaman, akhirnya kami pun jama' takdim disitu. Musholla yang luas dengan air yang sejuk menjadikan tempat ini recommended sekali untuk melepas lelah.

Rabu, 02 Maret 2022

Prof. Abdur Rahman Mas'ud Kunjungi Qudsiyyah Putri



Salah satu program Ikatan Alumni Qudsiyyah adalah Alumni Mengajar. Siang ini Qudsiyyah kedatangan alumni yang sudah melanglang buana ke berbagai negara di luar negeri. Beliau adalah Prof. Dr. Abdur Rahman Mas'ud, Ph.d. Beliau merupakan salah satu alumni Qudsiyyah yang sukses di bidang pendidikan. Meraih gelar doktor di USA merupakan prestasi gemilang beliau. Dan pada tahun 2003 beliau sudah meraih gelar guru besar/profesor.
Pada hari ini, Rabu 2 Maret 2022 beliau mendapat undangan untuk mengisi acara di IAIN Kudus. Setelah selesai dari IAIN Kudus, beliau tidak lupa menyempatkan waktu untuk mengunjungi almamater tercinta, Qudsiyyah. Setelah dari MA Qudsiyyah, beliau berkeinginan untuk menyambangi Qudsiyyah Putri, salah satu lembaga baru dari Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah Menara Kudus yang berdiri tahun 2017.
Dalam penyampaian materinya beliau lebih banyak memberikan motivasi kepada santri-santri. Perjuangannya dalam mencari ilmu dari Qudsiyyah sampai ke Amerika Serikat menjadi ulasan menarik yang bisa menginspirasi santri putri. Beliau juga menyinggung tentang pentingnya barokah. Ilmu tinggi jika tidak barokah maka tidak banyak gunanya. Beliau juga menceritakan tentang sekilas biografi beliau mulai dari kehidupan keluarga, proses belajar dan mencari ilmu, serta berbagai jabatan yang pernah diterimanya.
Di akhir sesi, ada pertanyaan dari santri-santri sehingga membuat suasana menjadi lebih hidup. Dalam sesi tanya jawab itu ada tiga santri yang bertanya kepada beliau. Semua pertanyaan dijawab beliau dengan jelas dan lugas karena keterbatasan waktu yang ada. Semoga ilmu yang diberikan Prof. Dur bermanfaat bagi santri-santri.
 
Copyright © 2022 ISBAH KHOLILI. Designed by MikiAlQudsy