BREAKING NEWS

The Power Of Santri

Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ragam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 April 2024

Eid 1445 H

 


Tahun ini 1445 H akan menjadi usia matang saya, tepatnya nanti bulan Dzulhijjah. Genap 40 tahun sudah, namun saya merasa masih banyak kekurangan. Kurang ilmu, kurang ibadah, kurang anak 🤭
Ada satu hal yang ingin saya capai namun entah kapan dan mungkin kesampaian atau tidak. Setelah dari Sarang mestinya saya pingin menghafal Al Qur'an namun sampai sekarang belum kesampaian. Angen-angene yo setelah menikah sambil ngapalke, tapi ekspektasi tak sesuai realita 😅. Apalagi anake mbregudhul ditambah mendapat amanah sebagai khodim ma'had otomatis waktu sudah banyak tersita.
Di tahun ini juga, akan menjadi tahun penentuan saya. Akan banyak keputusan-keputusan penting yang harus saya ambil tahun ini. Semoga selalu dipernahke gusti Allah subhanahu wata'ala.
Selamat hari raya Idul Fitri 1445 H, Mohon Maaf atas segala Khilaf.
Usgan

Sabtu, 02 Maret 2024

Malam Sholawat Simfoni Menjemput Romadlon 1445 H bersama Arridwan Almarashli Ensemble



By : Ibuk Elin


Waktu pertama kali dikabari pak Isbah Kholili seminggu sebelumnya, ibuk udah upyek briefing Yahya Balya untuk ambil kesempatan bisa duet bareng Almarashli. Qomarun, Assalamualaik, Ya Nabi, ya sholawatan2 yg sekiranya Yahya Balya bisa.

Sampailah di malam yg ditunggu2, ternyata posisi duduk guru putri agak jauh dari panggung. Bertahan beberapa menit sampai akhirnya ibuk dan 5 bocil bergeser ke musholla yg semakin jauh di pinggir, sambil mengamati kira2 bisa mendekat di posisi mana ya. Beruntungnya, masih ada space sedikit di area mbak2 rebana Mimil Mubarok yang tepat di bawah panggung, meluncurlah kami kesana.
Sholawat busyro, Ya Hanana, Tholama, Khoirol Bariyyah, Mughrom, dan sholawat2 lainnya mulai menyemarakkan suasana. Anak2 semangat bisa ngikutin teriak2 dari bawah panggung.
Tibalah saatnya pak Yaseen mengajak audience untuk pakai mic nyanyi bareng. Wah ini yg ditunggu.
Eh lhahkok ya lagunya Bahibbak wabaridak… Pelafalannya cukup sulit bagi yg jarang mendengar.
MC nyodorin mic ke mbak2 rebana, lha yo ga hafal. Mbak2 mulai bilang “bu Elin bu Elin bu Elin…”
Tangan gatel kudu ambil mic, tapi kok isin, insecure suarane kebanting, tapi tetep kuduuu… 😂
Akhirnya pake jalan tengah, kasih mic nya ke Yahya, ibuk mbisiki eh nggembori di mburinan. Dan tidak disangka, di tengah lagu, Balya dengan semangatnya ikut nyaut. Alhamdulillah tetep maceme cah cilik meski salah ambil nada.🤭
Pas nonton videonya di yutub, ibuknya nyesel kan, kenopo ga ambil kesempatan duet bareng. Ah inilah definisi “musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri”. Nyari kesempatan begini juga kapan lagi.🙃
Tapi ya sudah, 30 detik yg berhasil terabadikan dari mburinan ini biar jadi kenang2an Yahya Balya pernah duet bareng Almarashli. Sambil mengamini doa yg disematkan akun resmi Almarashli
اللهم ارزق أطفالنا المحبة الكاملة للنبي الأعظم صلى الله عليه وسلم امين

Rabu, 14 Februari 2024

SDN 1 PADURENAN

 



Di ruang kelas inilah saya menghabiskan pendidikan dasar saya. Di desa yang asri bernama Padurenan yang kental dengan sejarah panjangnya. Desa ini kemungkinan besar mulai ramai setelah kedatangan Raden Muhammad Syarif, salah satu putra Tumenggung Yudhonegoro dari Sumenep Madura. Raden Muhammad Syarif memutuskan meninggalkan Sumenep karena kadipaten tersebut jatuh ke tangan Belanda buntut dari perjanjian Pakubowono I atau Pangeran Puger dengan VOC Belanda. Setelah Pakubuwono I menjadi raja di Surokarto dengan menyingkirkan keponakannya Amangkurat 3, kemungkinan besar Belanda mulai menduduki pulau Madura tak terkecuali Sumenep (Madura Timur).
Banyak sekali kenangan saya di SD ini. Saya pun masih ingat wali kelas saya. Kelas 1 bu Endang, kelas 2 pak Tajuddin, kelas 3 Bu Rusi, kelas 4 pak Suharto, kelas 5 bu Supri (kayaknya 😅), dan kelas 6 pak Suripto.
Dari semua wali kelas itu yang paling halus adalah bu Endang, mungkin karena anak didiknya masih kecil-kecil jadi sangat pas kalau beliau yang mengajar. Dan yang paling galak adalah bu Supri, wali kelas 5. Sabetan penggaris sudah menjadi makanan empuk tiap ditanya dan tidak bisa menjawab. Kondisi psikologis saat itu sudah biasa, jadi tidak mempermasalahkan dengan hukuman tersebut. Coba hal itu dipraktekkan sekarang, masuk penjara lah akhirnya.
Saya sudah tidak begitu hafal dengan teman-teman SD satu angkatan karena saya sendiri jarang ke Padurenan. Satu kelas sekitar 20 anak kayaknya atau 19 saya agak lupa. Mungkin yang masih bisa saya pantau Facebook nya adalah Ahmad Salamun NiLta Manzilah sedang yang lainnya gak tau entah kemana. Ingin sekali saya silaturrahim ke rumah pak Suripto, semoga saja ada kesempatan.

Selasa, 20 Desember 2022

Haul Mbah Muhammad Asnawi

 



Simbah saya dulu namanya mbah Munthohar namun setelah haji diganti menjadi Muhammad Asnawi. Setelah beliau kapundut tahun 1997, tiap tahun pasti diadakan acara haul. Setahun yang lalu saya usul di grup keluarga besar Bani Muhammad Asnawi, gimana kalau acara haul diadakan bergantian di Madura, Sedan, dan di Kudus. Alhamdulillah kasepuhan menyetujuinya.
Mbah Asnawi punya anak enam, namun cucunya ada 44 (entah kalau lebih). Acara haul tahun lalu bertempat di Bangkalan Madura karena pak dhe saya Agus Nawawi dapat orang Madura. Alhamdulillah acaranya ramai dan banyak yang ikut.
Tahun ini haul diadakan di Ponpes Assunniyyah Sedan Rembang. Seperti tahun lalu, haul tahun ini juga tak kalah meriahnya. Hanya beberapa cucu yang gak bisa ikut karena masih mondok dan belum libur. Yang menarik, acara haul ini mulai MC, Iftitah, tahlil, doa, dan Maulid yang ngisi ada cucu-cucu semua. Kasepuhan hanya sambutan saja.
Sebelum ke Sedan, kami menyempatkan untuk mengajak wisata murah meriah yaitu ke pantai Karangjahe. Entah sudah berapa kali kami kesini, namun gak ada bosannya kalau main air.
Di setiap momen ketemuan keluarga besar pasti selalu dibahas, anaknya sudah berapa? Sudah hamil apa belum? Dan yang selalu jadi bahasan menarik adalah hadiah Umroh dari lek Ahmad Asnawi bagi ponaan-ponaan yang bisa menyaingi 12 anaknya. 😁😅😂.
Semoga keluarga besar Mbah Asnawi semakin kompak, akrab, rukun, dan tambah selalu personilnya.

Selasa, 15 Maret 2022

Peci Grup Rebana Al Mudarrisun

 



Setelah grup rebana Al Mudarrisun terbentuk, asatidz Qudsiyyah Putri bermaksud membuat seragam. Karena seragam baju sangat mahal akhirnya guru-guru sepakat untuk membeli peci saja yang harganya sangat terjangkau. Entah siapa yang membayari peci itu, yang jelas saya dikasih saja dan tidak ditarik iuran. Sebagai rasa syukur, peci itu pun saya pakai ketika mengajar.
Saya melihat kebanyakan guru memakai peci itu ketika mengajar. Padahal saya itu termasuk guru yang disiplin dan peci itu bukanlah peci resmi untuk mengajar. Tapi karena kebanyakan guru memakai peci itu dan saya tidak ingin membuat kecewa orang yang sudah memberi, maka kuputuskan untuk memakainya. Nanti kalau kepala madrasah tidak berkenan pasti akan diworo-woro dalam grup.
Ahad kemarin saya mengajar di kelas 11 IPA, saya masih memakai peci hitam, sementara peci seragam Al Mudarrisun masih di dalam tas. Ketika saya membuka tas untuk mengambil kitab Alfiyyah, saya bilang ke anak-anak. Aku entuk seragam peci cah dari grup rebana Al Mudarrisun, tak enggo macem tah ora yo? Ya pak pakai saja pak, macem mesti, jawab anak-anak. Akhirnya peci pun saya pakai sambil menaruh peci hitam ke dalam tas.
Setelah peci saya pakai, anak-anak pun nyeletuk. Ayo pak foto pak..Akhirnya saya pun foto di depan anak-anak. Setelah saya amati yo pantes juga peci itu di kepala saya. Namanya juga Usgan ya..peci macem apa saja ya tetap kelihatan cakep 😁😁😁

Sabtu, 05 Maret 2022

Peci Eskimo



Dulu saya pernah cerita bahwa pergi kemana saja saya pasti selalu memakai peci. Saya biasanya memakai peci resmi yaitu peci hitam atau yang lebih dikenal dengan peci Soekarno. Peci atau songkok hitam ini memang bisa digunakan di acara apa saja, acara formal maupun non formal. Untuk ngajar sehari-hari juga memang peci hitam itu yang saya pakai.
Sekitar delapan bulanan yang lalu ada kumpulan Burdahan di rumah teman saya di Undaan. Burdahan itu adalah acara rutin selapanan yang tempatnya bergantian dari satu rumah ke rumah yang lain. Waktu itu tuan rumahnya adalah mas Tommy Bahar . Karena rasa syukurnya dikaruniai seorang putra, akhirnya semua yang hadir disuruh mengambil peci satu-satu. Saya yang kebetulan juga ikut hadir pun tak mau ketinggalan. Awalnya saya tidak minat untuk ikut ambil karena merasa ora macem nganggo peci seperti itu. Tapi setelah saya amati akhirnya saya putuskan untuk ambil saja.
Setelah sampai rumah, saya pakai peci itu dan lambat laun macem juga peci itu di kepala saya. Akhirnya tiap acara non resmi saya seringnya pakai peci itu. Peci itu saya beri nama peci Eskimo. Peci buatan mas Tommy Bahar teman satu angkatan saya. Semoga rizkinya mas Tommy selalu dilapangkan oleh Allah Subhanahu Wata'ala. Amiin.

Jumat, 04 Maret 2022

Rest Area Pendopo KM 456

 


Sekilas Rest Area ini kelihatan biasa aja. Sering lewat sini, saya kira hanya menyediakan toilet-toilet dan musholla bagi pengguna jalan tol Semarang-Solo. Namun perkiraan saya salah. Kemarin saya ke rumah mas Afidl Ni'ama di Suruh Semarang. Siang hari kami sampai di Suruh lewat tol Semarang-Solo. Sejak adanya tol Semarang-Solo perjalanan Kudus-Suruh hanya butuh waktu dua jam saja.
Sore hari sekitar jam 16.30 kami pamit pulang. Sebelum pulang istri saya memang ingin mampir di rest area KM 456, karena penasaran seperti apa dalamnya. Setelah masuk tol lewat Tingkir beberapa menit kemudian kami pun sampai rest area tersebut. Rest area ini masuk wilayah kota Salatiga. Sore itu parkiran penuh sesak, mungkin karena tanggal merah libur isra'mi'raj. Mobil berjajar memenuhi parkiran baik sisi kiri jalan tol arah Semarang maupun sisi kanan yang arah ke Solo. Setelah antri beberapa menit kami pun dapat parkir juga.
Turun dari mobil kami segera masuk ke dalam, dan ternyata dugaan saya jauh dari sasaran. Ini sih mall namanya bukan rest area. Toko-toko dan kedai makan berjejer rapi di dalamnya. Indomaret point juga menghiasi sudut lantai dua. Bahkan di rest ini juga ada liftnya. Dan yang menjadi ikonik dari rest area ini adalah jembatan penghubung bangunan antar sisi kanan dan kiri dari tol Semarang-Solo. Jembatan penghubung itu pun praktis menjadi spot foto yang menjadi antrian pengunjung.
Setelah berfoto ria di jembatan penghubung, kami pun berjalan menuju sisi bangunan sebelah yang arah Semarang-Solo. Di situ juga berjejer kedai-kedai yang menjual beraneka makanan dan minuman. Karena tadi sudah makan di rumah mas Afidl akhirnya saya pun hanya pesan kopi saja. Kopi tubruk hitam dengan gula yang terpisah sehingga pembeli bisa memasukkan gula sesuai selera. Untuk harga memang di atas rata-rata karena ini adalah tempat wisata. Untuk kopi tubruk sendiri harganya Rp. 18.000 (paling murah😅).
Tak terasa adzan maghrib pun menggema. Rencananya kami mau sholat maghrib isya' jama' ta'khir aja di Demak, tapi setelah melihat musholla yang super nyaman, akhirnya kami pun jama' takdim disitu. Musholla yang luas dengan air yang sejuk menjadikan tempat ini recommended sekali untuk melepas lelah.

Minggu, 27 Februari 2022

Live, Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam

 


Tahun ini peringatan Isra' Mi'raj terlaksana di tanggal cantik. 27 Rajab 1443 ini bertepatan dengan tanggal yang sama yaitu 27 Februari 2022. Seperti biasanya setiap ada event di Ponpes Qudsiyyah Putri semalam sebelumnya segenap tim Sekretariatan sudah siap untuk memasang back drop dan panggung pengajian. Panggung kami tempatkan di lapangan ponpes Qudsiyyah Putri menghadap ke timur. Ahad pagi panggung sudah berdiri manis dengan back drop yang didominasi warna hijau toska.
Menjelang siang, hujan mulai turun dengan intensitas sedang. Beberapa waktu kemudian hujan semakin deras dengan disertai angin yang kencang. Saya sedang mengajar di kelas Aliyah dan tiba-tiba semua dikejutkan dengan suara braaakkk... Ono opo cah? Tanya saya. Tratake ambruk pak..jawab salah satu santri. waduh gak sido pengajian iki, sahut yang lain.
Memang lapangan Qudsiyyah Putri sangat luas, jadi ruangan terbuka dengan panggung yang tidak ditemani terop itu menjadi kurang kuat. Apalagi trataknya tidak dikasih pasak sehingga tertiup angin langsung ambruk. Seketika itu juga saya pun menginstruksikan tim Sekretariatan untuk memindahkan panggungnya ke musholla. Dengan pertimbangan kalau nanti malam hujan sudah tidak was-was.
Akhirnya panggung pun jadi juga. Bertempat di musholla Qudsiyyah Putri menghadap ke barat. Memang tim Sekretariatan ini selalu saya andalkan dan orangnya sat set dalam mengerjakan tugas. Malam pengajian pun datang juga. Live streaming sudah siap untuk mendokumentasikan pengajian Isra'Mi'raj itu. Acara segera dimulai dengan pra acara, lalu pembukaan, pembacaan ayat-ayat suci Al Qur'an, sholawat Asnawiyyah Qudsiyyah, pembacaan maulid, dan sambutan. Nah pas saya sambutan inilah tiba-tiba hujan turun sangat deras. Akhirnya beberapa santri yang berada di lapangan menyelamatkan diri sendiri mencari tempat yang beratap.
Dari situ saya langsung tau apa hikmah ambruknya tratak tadi sore. Seandainya ambruk malam ini pasti akan lain ceritanya.
 
Copyright © 2022 ISBAH KHOLILI. Designed by MikiAlQudsy